Akar Sebatang Pohon dan Anak Tangga || Antologi Puisi Cici Ndiwa

Akar Sebatang Pohon dan Anak Tangga || Antologi Puisi Cici Ndiwa
Akar Sebatang Pohon dan Anak Tangga (Original Ilustrasi akan pohon; Sumber: Pixabay; media ini lakukan unduhan di liputan6.com)

Akar Sebatang Pohon (1)

Yang diam dan tak terlihat
adalah akar sebatang pohon
yang malu-malu disapa tanah gembur
yang saling membelai untuk berkenalan
yang saling menjalin dengan erat untuk berbagi kisah dan makanan

Rambut-rambut akar mencari celah dan membuat jalan
untuk tumbuh lebih kuat dan lincah dari sebelumnya
untuk menopang segala musim yang menghampirinya
juga untuk perjalanan jauhnya menuju bumi

Pertama kali saat serabut mirip akarnya muncul
ia malu-malu saat disapa tanah yang gembur
namun perlahan mereka berkenalan
berbincang tentang segala musim
yang menandakan pergantian waktu

Tanah gembur bercerita tentang dirinya
ia datang dari segala musim yang memecah bebatuan,
dari tubuh-tubuh manusia, dari dedaunan yang jatuh dan segala
yang memang harus kembali dan menjadi tanah

Lalu akar datang dari sebuah buah yang dimakan oleh seorang anak kecil
yang ditemani ibunya sembari berlatih bicara memanggil nama ayah, opa dan oma, dikulitinya buah itu, tersisa daging yang kuning keemasan dan manis
di dalamnya terdapat sesuatu yang keras bernama biji.

Ibu melatih mengeja nama buah, melatih warna dan mengecap rasa
anak berbalas menyebut nama buah sambil menggapainya
ia tersenyum dengan girang melihat warnanya yang bagai mentari dalam tiap gambar pemandangan oleh seorang anak kecil, ditambah manis dan segar seperti suasana pagi dalam gambar pemandangan yang sama
juga putih tulang yang masih dihiasi oleh serat-serat daging buah

Tanah juga datang dari serat-serat daging buah dan kulitnya
juga dari se(buah) masa lalu
yang membelah sebuah biji
dan darinya menumbuhkan tunas muda
tunas menuju cahaya
dan akar menjalin dengan tanah
bercerita tentang asal mula
segala musim, tanah tandus, kerikil tajam,
pasir dan tulang belulang manusia.

(2021)

Baca Juga:
PUISI: Teruntuk Pemilik Hati yang Kokoh
Ilustrasi

Bagiku, kaulah pemilik senyum indah itu. Senyum yang membangkitkan, senyum yang menuliskan hârâpan. Bagiku kaulah permata, Permata yang selalu menata hati Read more

PUISI ILAK SAU || Cerita Waktu
Penulis: Ilak Sau

Hari demi hari terlewati dengan ukiran Menunggu raja menanti keberhasilan Penaku telah bersaksi Hingga Membuat jejak dari akhir perjuangan   Read more

Demokrasi dalam Segelas Kopi
Ilustrasi

Demokrasi akan berhasil bila Pancasila menjadi referensi. Demokrasi yang demokratis, bukan kegaduhan menentang Pancasila. Demokrasi itu tidak benar, bila diperjuangkan Read more

PUSISI ERLIN || Pasrah
Erlin

Jika hujan datang membasahi bumi dan menyejukan musim panas Lantas siapa yang akan datang menyejukan hati yang sedang terbakar api Read more

Kampung Mati
Kampung Mati

LETANG MEDIA.COM-Pria itu mengendarai sepeda motor. Badannya seperti mengigil tak henti, sum-sum tulangnya seperti lupa untuk kembali normal, saat melintasi Read more

Permainan Tradisional Dalam Membentuk Karakter Anak

LETANG MEDIA.COM-Pada tahun 2012 koordinator Yayasan Sahabat Kapas, Dian Sasmita mengatakan kecanduan anak-anak pada game online seperti kecanduan pada narkotika, karena ketika Read more