Berikut 7 Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan Tahun 2022

Ada 7 Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan Tahun 2022

Berikut 7 Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan Tahun 2022
Ilustrasi BPKB dan STNK (KOMPAS.com/SRI LESTARI)/Letangmedia.com.,bereferensi dari Tribunnews.com

Letangmedia.com- Berikut adalah daftar 7provinsi di Tanah Air yang menggelar pemutihan pajak kendaraan.

Pemutihan pajak kendaraan tahun 2022 yang digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di beberapa provinsi di Indonesia, hingga saat ini masih berlangsung.

Pemutihan pajak kendaraan adalah program pemerintah daerah untuk menghapus denda pajak kendaraan yang telah terlewat masa berlaku atau pengampunan denda pajak yang dibebankan pada pemilik kendaraan.

Melansir dari Tribunnews.com, berikut tujuh provinsi yang masih menerapkan pemutihan pajak kendaraan tahun 20222.

1. Provinsi Banten

Pemerintah Provinsi Banten memberikan dispensasi pemberian denda pajak kendaraan bermotor (PKB) atau pemutihan pajak kendaraan.
Pemutihan pajak kendaraan tersebut dimulai 18 Agustus hingga 31 Desember 2022.

Selain PKB, dispensasi juga diberikan untuk denda bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) penyerahan kedua, dan pengurangan pokok PKB dari luar Provinsi Banten

2.Provinsi Jawa Barat

Bapenda Jawa Barat masih membuka pemutihan kendaraan yang berlaku mulai 1 Juli 2022 sampai dengan 31 Agustus 2022.
Adapun masyarakat akan mendapat bebas biaya dan diskon.

BEBAS:

  • Bebas Denda Pajak Kendaraan Bermotor
  • Bebas Bea Balik Nama II
  • Bebas Tunggakan PKB Lebih dari 5 Tahun
    DISKON:
    Diskon Pajak Kendaraan Bermotor:

Pengurangan sebagian Pokok Pajak Kendaraan Bermotor, dengan ketentuan pembayaran sebagai berikut:

  • Pembayaran 0 (nol) sampai 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo, pengurangan sebesar 2 persen (dua persen);
    Pembayaran 31 (tiga puluh satu) hari sampai dengan 60 (enam puluh) hari sebelum jatuh tempo, pengurangan sebesar 4 persen (empat persen);
  • Pembayaran 61 (enam puluh) hari sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari sebelum jatuh tempo, pengurangan sebesar 6 persen (enam persen);
  • Pembayaran 91 (sembilan puluh) hari sampai dengan 120 (seratus dua puluh) hari sebelum jatuh tempo, pengurangan sebesar 8% (delapan persen);
  • Pembayaran 121 (seratus dua puluh) hari sampai dengan 180 (seratus delapan puluh) hari sebelum jatuh tempo, pengurangan sebesar 10% (sepuluh persen).
    Diskon BBNKB I:
    Pengurangan sebagian Pokok Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atas penyerahan Pertama, sebesar 2,5% (dua koma lima persen).
    Informasi selengkapnya dapat dilihat di laman bapenda.jabarprov.go.id.

Baca Juga:
Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra
Ketua umum partai garuda ahmad ridha sabana

Ketua Umum Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia), Ahmad Ridha Sabana, mengaku sebagai adik dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Read more

Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar
Gubernur dki jakarta anies baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, melihat langsung kondisi banjir yang terjadi di Jakarta Kamis malam. Kali ini dia menyambangi Read more

Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta
Pemain persija jakarta riko simanjuntak

Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat Read more

Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden
Persija luncurkan jersey dan skuat

Keberhasilan Persija Jakarta memboyong trofi Piala Presiden 2018 disambut gegap gempita oleh publik Ibu Kota. Puasa gelar juara selama 17 Read more

NARASI: MENGAPA IBU MARIA BERANI MENCALONKAN DIRI SEBAGAI BUPATI?
Drh. Maria Geong, Phd

Maria Geong Perempuan tangguh berhati Ibu Mendengar tanpa pamrih melayani menembus sekat sosial Sebab niatnya tulus agar keadilan sampai ke Read more

Wakil Rakyat Bertanggung Jawab Terhadap Suara Rakyat

LETANGMEDIA.COM-Anggota DPRD tingkat I dan II di Provinsi NTT telah dilantik dengan mengikrarkan sumpah jabatan. Sumpah jabatan diikrarkan sebagai simbol Read more