Cerpen, Aku Dipanggil Melayani Tuhan

Melayani Tuhan
Aku Dipanggil Melayani Tuhan (Gambar Gereja katolik. Bersumber dari:www.hakodate.travel)

CERPEN-Jika dulu kita sedekat rasa kepada asa, kini kita sedekat kenangan pada luka. Siulan burung dalam sangkar seakan memecah suasana hening malam Minggu itu.

Gua Maria menjadi saksi bisu antara pelampiasan janji pada malam yang tak hentinya membising, recikan embun yang enggan melepas rindu dari dedaunan seakan menggugah hati yang sedang membeku, entalah karena takut akan keheningan ataukah pada gelap malam yang kian mencekat rasa sembari memberontak pada kata hati yang semakin menjadi-jadi memberi janji.

Malam semakin larut, suasana hening tiap sudut kamar semakin mewarnai malam Minggu para seminaris. Detakkan jarum jam seakan tak hentinya mengiringi langkah para seminaris dalam menapaki jalan bundar pada sang bunga tidur.

Sesaat aku mulai terbangun dari lamunanku, seakan bagiku ada pembatas dalam merajut kisah pada mimpi indah semalam yang terputus karena harus terbangun dan mengusir kutu busuk di setiap sudut kasur mungilku.

Ahh, dasar Si Malam.” Begitulah kata hati ketika sedang tidak dipuaskan oleh hasratnya, aku hanya tertunduk lesu, tak tau harus berbuat apa, malam seakan menghancurkan segala hasratku untuk bermimpi tentang Dia. Inginku melangkah dan menghindar sedikit jauh dari tempatku melepas mimpi tadinya. Entah kemana aku akan pergi dan pada siapa aku bercerita di tengah cekatan dinginnya malam itu.

Lalu kucoba bertanya pada burung dalam sangkar yang asik bercerita pada mimpinya, namun tak sekatapun dia menyahut, aku mulai putus asa pada diriku sendiri.

 

Baca Juga:
PUISI: Teruntuk Pemilik Hati yang Kokoh
Ilustrasi

Bagiku, kaulah pemilik senyum indah itu. Senyum yang membangkitkan, senyum yang menuliskan hârâpan. Bagiku kaulah permata, Permata yang selalu menata hati Read more

PUISI ILAK SAU || Cerita Waktu
Penulis: Ilak Sau

Hari demi hari terlewati dengan ukiran Menunggu raja menanti keberhasilan Penaku telah bersaksi Hingga Membuat jejak dari akhir perjuangan   Read more

Demokrasi dalam Segelas Kopi
Ilustrasi

Demokrasi akan berhasil bila Pancasila menjadi referensi. Demokrasi yang demokratis, bukan kegaduhan menentang Pancasila. Demokrasi itu tidak benar, bila diperjuangkan Read more

PUSISI ERLIN || Pasrah
Erlin

Jika hujan datang membasahi bumi dan menyejukan musim panas Lantas siapa yang akan datang menyejukan hati yang sedang terbakar api Read more

Kampung Mati
Kampung Mati

LETANG MEDIA.COM-Pria itu mengendarai sepeda motor. Badannya seperti mengigil tak henti, sum-sum tulangnya seperti lupa untuk kembali normal, saat melintasi Read more

Permainan Tradisional Dalam Membentuk Karakter Anak

LETANG MEDIA.COM-Pada tahun 2012 koordinator Yayasan Sahabat Kapas, Dian Sasmita mengatakan kecanduan anak-anak pada game online seperti kecanduan pada narkotika, karena ketika Read more