Cerpen, Pergi dengan Tragis || Oleh Loys Jewaru

  • Bagikan
Cerpen Cinta Berujung Tragis dan Pergi dengan Tragis
Ilustrasi (Sumber: tasik.ayoindonesia.com)

MENDUNG di hati Pram semakin pekat, serupa mendung yang menghiasi langit November.

Di atas jembatan Liliba, dia terus berdoa agar musim berlalu dengan cepat.
Keinginan terbesarnya adalah memulai hidup baru di musim yang baru dan membuang semua kenangan tentang Dinda.

****

Mulut Pram terus komat-kamit, layaknya seorang ahli nujum merapalkan nama-nama bintang yang menari ria di atas langit. Dia berdiri di tepi jembatan Liliba Sejak kemarin malam.

Matanya sendu, tampak sedang berjuang menahan tangis yang hampir tumpah. Di tangannya, terdapat sebuah kunci gembok berukuran kecil.

Baca Juga:  Cerpen, Luka Larik

Kunci itu dihiasi manik-manik berbentuk hati. Dia menggenggam kunci itu dengan erat, seolah-olah berusaha menjaganya dari pencuri.

Pram tidak pernah menyangka bahwa kisah romatis yang pernah dimulainya di atas jembatan Liliba, akan berakhir tragis seperti saat ini. jembatan Liliba memang selalu melahirkan dua dimensi yang sangat bertentangan dalam kehidupan manusia.

Di atas jembatan itu, peristiwa suka dan duka, serta hidup dan mati, tidak memiliki batas yang jelas.

Semuanya buram, seperti halnya kisah cinta si Pram. Apakah aku perlu menyimpan cinta di hati, sementara cinta itu telah membuatku menderita? Pram membatin.

Baca Juga:  Cerpen, Luka Larik

hati lelaki yang kesepian itu, sedang ditindas oleh cinta yang buta. Dia berjuang mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang muncul dalam pikirannya.

Namun orang yang diyakininya dapat menjawab pertanyaan itu, telah pergi meninggalkan dirinya.

****

 

  • Bagikan
error: Content is protected !!
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.