Edi-Weng Berperang Melawan ‘Lima Musuh Politik || Oleh: Sil Joni

  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Mabar, Edistasius Endi - Yulianus Weng (Edi-Weng) Foto: kliklabuanbajo.id

Edi-Weng Berperang Melawan
‘Lima Musuh Politik’

Penulis | Sil Joni*
Penulis adalah Pemerhati Masalah
Sosial dan Politik

OPINI| Seorang pemimpin politik mesti memiliki semacam ‘ambisi politik besar’ dalam masa pemerintahannya. Pemimpin yang tidak komit pada ‘target politik’ tentu mudah terperosok dalam jurang disorientasi. Mendesain dan mengeksekusi ‘impian politik yang realistis dan terukur’ menjadi prasyarat pencapaian keberhasilan masa kepemimpinannya.

Membaca pernyataan politik dari bupati Mabar yang baru, kita mendapat kesan bahwa rezim ini ‘tidak main-main’ dalam menjalankan tanggung jawab etis-politis untuk mengakselerasi peningkatan mutu kehidupan publik. Getar-getar rintihan publik sepertinya sudah mendarat di telinga hati bupati-wakil bupati. Mereka telah mendiagnosa secara akurat pelbagai ‘patologi politik’ di Mabar yang mendesak untuk direspons secara cepat dan progresif.

Pak Bupati, Edistasius Endi seperti yang dilansir sejumlah media on line membentangkan secara gamblang ‘sosok musuh politik’ yang digempur secara serius oleh pemerintah dan publik Mabar. Bupati dan wakil bupati tentu saja “diberi mandat oleh publik” untuk berada pada garda terdepan dalam menuntas beberapa musuh bersama tersebut.

Musuh-musuh politik yang dimaksudkan bupati Edi itu adalah Covid-19, isu kemiskinan, ketertinggalan, ethos kerja yang lemah, dan pelayanan publik yang buruk. Jika kelima musuh ini ‘dibiarkan berkeliaran’ maka tubuh politik Mabar tak bisa bertumbuh dan berkembang secara optimal. Edi-Weng siap berjibaku ‘mengenyahkan’ musuh yang sekian lama bercokol dan menggerogoti postur Kabupaten wisata super premium ini.

Kita berharap agar ‘komitmen’ berperang melawan musuh-musuh politik itu, tidak hanya berhenti pada tataran logika. Publik sangat menantikan konkretisasi dan operasionalisasi dalam menumpas musuh-musuh tersebut. Pembacaan pak Bupati terhadap realitas panggung perpolitikan kita itu sudah tepat. Yang ditagih oleh publik ke depan adalah bagaimana melaksanakan ‘misi penyingkiran’ pelbagai penyakit politik itu.

Politik dalam artinya yang paling baik adalah serangkain usaha sadar untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan bersama (common good). Bupati dan wakil bupati tentu saja dipilih oleh rakyat untuk mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara maksimal.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, langkah pertama yang perlu ditempuh adalah mengidentifikasi pelbagai ‘problem’ yang dianggap sebagai penghambat pelaksanaan proyek kesejahteraan publik itu. Secara teoretis, rezim Edi-Weng sudah menemukan akar soal atau dalam istilahnya bupati Edi ‘musuh bersama publik Mabar’ mengapa proses pemanifestasian pelbagai skema proyek kemaslahatan publik berjalan agak stagnan selama ini.

Publik sudah tak sabar melihat dan menyaksikan bagaimana Edi-Weng mengangkat senjata perlawanan untuk menggempur beberapa musuh utama di atas. Semangat heroisme politik semacam itu, kalau dapat ditularkan secara kreatif kepada segenap elemen masyarakat sehingga perlawanan kita bersifat massif dan menyeluruh. Dengan demikian, semua pihak mempunyai tanggung jawab yang sama dalam ‘mengkanvaskan’ musuh politik yang bergentayangan dalam panggung politik lokal kita.

*)Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik; Saat ini berdomisili di Labuan Bajo, Manggarai Barat

  • Bagikan
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.