Guru Honorer Berusia di Atas 35 Tahun, Brikut Solusi dari Nadiem Makarim

  • Bagikan
Guru Honorer Berusia di Atas 35 Tahun
Screenshot dari Akun Instagram @ditjen.gtk.kemdikbud

LETANGMEDIA.com | Tenaga Honorer Kategori II (THK II) yang berusia di atas 35 tahun saat mengikuti seleksi PPPK tahun ini mendapat afirmasi khusus dari Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim.

Sebelumnya, melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 28 Tahun 2021, telah menetapkan mekanisme seleksi Guru ASN PPPK, termasuk mengatur Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) pengadaan ASN yang diketuai oleh Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Dilansir dari akun Instagram (@ditjen.gtk.kemdikbud) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Panselnas ini bertujuan untuk menjamin objektivitas pengadaan ASN PPPK. Sementara ujian kompetensi menjadi wewenang Kemendikbudristek, dengan melibatkan berbagai pihak dalam penyusunan soal.

“Dalam hal penyusunan soal, kita telah melibatkan panel ahli substansi yang terdiri dari dosen, guru, praktisi di setiap mata pelajaran dan juga hasil uji coba empiris yang juga dipandu oleh ahli psikometrika yang juga terdiri dari dosen, praktisi untuk kemudian menjamin bahwa setiap peserta tes yang dinyatakan lulus, memiliki pengetahuan yang minimal yang dibutuhkan untuk menjadi guru aparatur sipil negara,” kata Dirjen GTK, Iwan Syahril, mengutip @ditjen.gtk.kemdikbud.

Dalam kesempatan wawancara di tvOne, sebagaimana dikutip Letangmedia.com dari @ditjen.gtk.kemdikbud, Iwan Syahril menerangkan, “Tujuan kita untuk seleksi ASN PPPK untuk guru-guru honorer ini ada tiga. Yang pertama, adalah perbaikan tata kelola guru secara keseluruhan. Lalu, penyelesaian isu guru honorer dan reformasi birokrasi ASN.”

kita ingin melakukan melalui seleksi ASN PPPK untuk memperjelas status guru sebagai aparatur sipil negara dan kemudian meningkatkan kesejahteraan guru-guru tersebut, karena kemudian gaji dan tunjangannya setara dengan PNS,” sambungnya.

Selain itu, sejumlah kebijakan terobosan dilakukan pada seleksi Guru ASN PPPK, yakni memberikan afirmasi dan kesempatan tes hingga tiga kali.

Lebih lanjut, Mendikbud Ristek memberi afirmasi kepada THK II berusia 35 tahun ke atas.

“Pemberian afirmasi berupa bonus nilai ini kepada non-ASN yang berusia 35 tahun ke atas dan juga untuk guru honorer THK-2, ini tentunya sudah kita khususkan. Ini sebelumnya tidak ada dalam seleksi ASN sebelumnya,” jelas Iwan Syahril.

Bagi para peserta yang belum lulus, Mendikbudristek mengingatkan bahwa peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti tes sebanyak tiga kali.

Hal itu diungkapkan Mendikbudristek saat meninjau tes Guru ASN PPPK di SMK Negeri 6 Surakarta, pada Senin (13/9/2021).

Sumber | Akan Instagram @ditjen.gtk.kemdikbud

  • Bagikan
error: Content is protected !!
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.