Keberagaman Adalah Karunia Bukan Kegaduhan

Penekanan moderasi beragama adalah tindakan dan sikap didasarkan pada kebajikan dan nilai-nalai kebenaran masing-masing agama yang bersifat absolut. Bersikap bijaksana, berimbang (balance) dan adil (justice) dalam kehidupan sosial

Keberagaman Adalah Karunia Bukan Kegaduhan
Penulis: Feliks Hatam

RELASI dan interaksi adalah kodrat manusia. Ruang lingkup relasi manusia, yakni horizontal dan veritikal. Relasi kedalam diri (interpersonal) relasi dengan orang lain (sosial) dan dengan alam (relasi ekologis) adalah relasi horizontal. Relasi dengan Tuhan (religius) adalah relasi vertikal, serentak melebur kedalam relasi horizontal. Manusia dalam relasi horizontal secara instrinsik bernilai sejak diciptakan.

Walaupun peranannya tidak diakui, namun secara kodrat dan mutlak manusia tetap bernilai serta tidak dapat direndahkan dengan cara apapun. Nilai dasariah itu akan bermanfaat dan berkembang apabila membuka diri terhadap orang lain.

Relasi dengan mengusung visi saling menyejukkan dan perdamaian, berkeadilan dan persaudaraan yang luas, saling menghargai dan terbuka untuk saling menerima sangat dibutuhkan di Indonesia sebagai bangsa pluralis dan heterogen.

Keberagaman Indonesia sudah ada sejak dahulu kala. Kenyataan ini adalah kehendak Tuhan, dan bukan kemauan manusia. Keberagaman adalah karunia cuma-cuma dari Tuhan yang diterima masyarakat Indonesia untuk setiap generasi.

e-KBBI  mengartikan karunia sebagai kasih, belas kasih, pemberian atau anugerah. Artinya, hidup berdampingan dengan beragam suku, ras, dan agama adalah  murni karena belaskasih Tuhan dan mutlak sebagai anugrah Tuhan. Maka, perbedaan agama, bukan sumber kegaduhan, atau semestinya tidak menjadi alasan munculnya sikap intoleran. Sebaliknya, agama menjadi nafas dan perekat membangun relasi harmonis dengan sesama agama dan antarpenganut.

Sejalan dengan pemikiran Soedjatmoko (1986), bahwa nilai-nilai kebijaksanaan agama harus diartikulasikan dalam sikap dan tindakan. Hal ini menjadi penting, karena kanyataanya, Indonesia tidak hanya beragam suku, ras dan budaya, tetapi juga keberagaman agama.

Salah satu prestasi keberagaman bangsa ini adalah saat memperjuangkan kemerdekaan. Dari keberagaman suku, agama, etnis dan golongan menjadi satu dalam kekuatan politik. Bersatu melawan penindasan dan tindakan tidak berkeprimanusian kala itu.

Bersatu dengan tetap mempertahankan identitas, disertai sikap terbuka menghargai perbedaan didasari oleh harapan yang sama, yakni memperoleh kemerdekaan. Indonesia memiliki catatan prestasi sejarah tentang keharmonisan hidup dalam keberagaman, yang terus dirawat hingga sekarang ini.

Mengutip Soedjatmoko (1986), bahwa keberagaman bangsa ini tidak boleh dipandang sebagai ancaman atau sumber kegaduhan. Sebaliknya, sebagai karunia untuk memperkuat nilai-nilai nasionalis dalam mewujudkan tujuan negara, yakni adil, sejahtera, dan harmonis.

Oleh karena itu, saat ini, menjadi manusia 100 persen berbudaya lokal, beragama dan masyarakat Indonesia adalah penting. Untuk mencapai ini, setiap orang membuka diri terhadap kekayaan nilai-nilai adat-istiadat, menerima perbedaan, dan membuka diri terhadap perbedaan agama. Sehingga keberagaman Indonesia menjadi kekayaan untuk membangun negeri ini.

Namun, sejak beberapa dekade terakhir, isu (bahkan praktek) intolerasi dan radikalisme menjadi virus yang mengkwatirkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegaduhan kerap kali terjadi karena setiap pribadi belum mampu mendialogkan nilai-nilai agama dengan konteks. Akibatnya, maraknya sikap dan tindakan intoleransi, radikalisme.

Sederhananya, mengangap orang lain yang berbeda suku, ras, golongan dan agama sebagai penyebab ketidaknyamanan dan sumber kegaduhan adalah benih-benih munculnya sikap intolerasi dan virus radikalisme. Tidak sedikit dari kita, lebih memilih menyalahkan orang lain, daripada merefleksikan peran dan eksistensi diri dalam menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat dan bernegara.

 

Baca Juga:
Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra
Ketua umum partai garuda ahmad ridha sabana

Ketua Umum Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia), Ahmad Ridha Sabana, mengaku sebagai adik dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Read more

Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar
Gubernur dki jakarta anies baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, melihat langsung kondisi banjir yang terjadi di Jakarta Kamis malam. Kali ini dia menyambangi Read more

Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta
Pemain persija jakarta riko simanjuntak

Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat Read more

Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden
Persija luncurkan jersey dan skuat

Keberhasilan Persija Jakarta memboyong trofi Piala Presiden 2018 disambut gegap gempita oleh publik Ibu Kota. Puasa gelar juara selama 17 Read more

Tapak Politik Pembangunan di Mabar (Catatan Bedah Buku ‘Agustinus Ch. Dulla: Sebuah Biografi Pembangunan’)

Oleh: Sil Joni* LETANGMEDIA.COM-Ziarah politik Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch. Dulla sudah mendekati ‘garis finis’. Lima belas tahun beliau Read more

Membongkar Sindikat Mafia Tanah || Oleh: Sil Joni

Membongkar Sindikat Mafia Tanah || Oleh: Sil Joni OPINI-Persekongkolan rahasia dalam bidang kejahatan pertanahan (mafia tanah) ditengarai kian marak di Read more