Nadiem Minta Pemda Pecat dan Kemungkinan Pembebasan Jabatan Pihak Paksa Siswi Padang Berjilbab

  • Bagikan
Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: PinterPolitik)

Nadiem Minta Pemda Pecat
dan Kemungkinan
Pembebasan
Jabatan Pihak
Paksa Siswi
Padang Berjilbab
Feliks | Letangmedia.com

Jakarta-Letangmedia.com-Menanggapi praktek intoleransi di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat yang mewajibkan siswi memakai jilbab. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta Pemda pecat dan kemungkinan pembabasan jabatan pihak yang memaksa siswi Padang berjilbab. Hal itu disampaikan Mendikbud melalui akun instagram pribadinya, @nadiemmakarim, Minggu (24/1/2021)

“Saya meminta pemerintah daerah (Pemda) sesuai dengan mekanisme yang berlaku segera memberikan sanksi tegas atas pelanggaran disiplin bagi seluruh pihak yang terbukti terlibat. Termasuk kemungkinan menerapkan pembebasan jabatan agar permasalahan ini jadi pembelajaran kita bersama ke depan,” Kata dia dalam video yang diunggah melalui akun Instagram, Minggu (24/1/2021).

Terkait dengan kejadian di SMKN 2 Padang Sumatera Barat yang memaksa siswi nonmuslim memakai jilbab, Nadiem menegaskan beberapa hal sesuai peratuatan perundang-udangan yang belaku.

Merujuk pada pasal 55 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, lanjut dia, juga ditegaskan setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berfikir, berekspresi sesuai dengan tingkat intelektualitas dan usianya di bawah bimbingan orang tua dan atau wali.

Persoalan ini juga melanggar Pasal 4 ayat 1 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur agar pendidikan diselenggarakan secara demokratis, berkeadilan dan tidak diskriminatif.

Nadiem menegaskan aturan berseragam di sekolah seharusnya mengacu pada Pasal 3 ayat 4 Peraturan Mendikbud No. 45 Tahun 2014 yang menyatakan sekolah wajib memperhatikan hak setiap warga negara untuk menjalankan keyakinan agamanya masing-masing dalam berpakaian.

Baca Juga

  1. Mencegah Praktik Intoleran Di Lingkungan Sekolah, Kemendikbud Akan Mengeluarkan Surat Edaran Dan Siapkan Hotline
  2. Inilah 11 Program Studi Di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  3. Covid-19 Antara Belajar Online dan Ohlain: Belajar dari Rumah dan Dari Rumah ke Rumah Dari Kampung Ke Kampung

 

Menurut Nadiem, perkara intoleransi atas keberagaman tidak bisa ditoleransi. Memendikbud menyebut perkara tersebut tidak hanya melanggar undang-undang, namun juga nilai pancasila dan bhineka tunggal ika.

Merujuk pada aturan tersebut, Nadiem menekankan sekolah tidak boleh membuat peraturan atau himbauan kepada siswi untuk berpakaian yang tidak sesuai dengan agama atau kepercayaan mereka.

“Pemerintah tidak akan mentolerir guru atau kepala sekolah yang melakukan pelanggaran dan bentuk intoleransi tersebut,” tambah dia.

Mendikbud juga mengapresiasi gerakan cepat pemda terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia meminta agar pemda sesuai dengan mekanisme yang berlaku segera memberikan sanksi yang tegas atas pelanggaran disilpin bagi seluruh pihak termasuk kemungkinan pembebasan jabatan.

“Mengapresiasi gerakan cepat pemda terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran” , kata Nadiem.

Mantan bos Go-jek itu berharap agar intoleransi di satuan pendidikan tidak boleh terjadi lagi. Oleh karena itu sebagai tindakan konstruktif, kemendikbud RI akan segera mengeluarkan surat edaran dan membuka hotline pengaduan untuk menghindari terulangnya pelanggaran serupa.

“Intoleransi di satuan pendidikan tak boleh terjadi lagi. Sebagai tindakan konstruktif, @kemdikbud.ri akan segera mengeluarkan surat edaran dan membuka hotline pengaduan untuk menghindari terulangnya pelanggaran serupa” Kata Nadiem dalam akun istagramnya, minggu (24/1/2021)

Dilansir dari CNN Indonesia (fey/gil) Kepala SMK Negeri 2 Padang, Rusmadi menyampaikan permintaan maaf setelah kasus tersebut jadi ramai karena orang tua Jeni mengungkap kejadian itu melalui akun Facebook. (24/1/2021)

“Dalam menangani dan memfasilitasi keinginan dari ananda Jeni Cahyani kelas X untuk berseragam sekolah yang disebutkan dalam surat pernyataan, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari jajaran serta Bidang Kesiswaan dan Bidang Konseling dalam penetapan aturan dan tata cara berpakaian siswa,” tuturnya dalam jumpa pers di Padang, Jumat (22/1) sebagaimana dikutip oleh media ini dari CNN Indonesia, Minggu (24/1/2021) 

  • Bagikan
error: Content is protected !!
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.