Komitmen Selamatkan Aset Daerah, Pemda Mabar Akan Membentuk Tim Kerja Penertiban Aset

  • Bagikan
ISTIMEWA

Komitmen Selamatkan Aset Daerah,
Pemda Mabar Akan Membentuk
Tim Kerja Penertiban Aset

Laporan Edy FH
Letangmedia.com

MABAR| Letangmedia.com-Pembentukan Tim Kerja penertiban aset adalah bentuk komitmen Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dalam menyelesaikan permasalahan terkait aset daerah. “Tim ini akan bekerja mendata seluruh aset yang berkaitan dengan aset tidak bergerak yaitu tanah. Kami berharap ada partisipasi publik, ini bertujuan agar tidak ada lagi persoalan kedepannya.” Demikian disampaikan Wakil Bupati (Wabub) Mabar kepada sejumlah awak media di kantor bupati Mabar, pada Senin (8/3/2021) siang.

Selanjutnya, dr. Yulianus Weng, menjelaskan, penertiban aset daerah merupakan bagian dari program kerja 100 hari masa kepemimpinan mereka.

“Kami berdua sejak awal maju, punya komitmen terkait persoalan agraria di daerah ini. Karena itu kami memasukan soal ini untuk menjadi salah satu agenda kerja penting yang harus diselesaikan,” jelas Wabub Mabar, pada Senin (8/3/2021)

Ia menambahkan, bentuk komitemen Pemda dalam menyelamatkan aset Manggarai Mabar, adalah dalam waktu dekat akan membentuk tim kerja penertiban aset Pemda Mabar.

“Tim ini akan bekerja mendata seluruh aset yang berkaitan dengan aset tidak bergerak yaitu tanah. Kami berharap ada partisipasi publik, ini bertujuan agar tidak ada lagi persoalan kedepannya,” tutupnya Wakil Bupati dr. Weng.

Baca Juga:  Guru Honorer Berusia di Atas 35 Tahun, Brikut Solusi dari Nadiem Makarim

Pada tempat yang sama, Bupati Mabar Edistasius Endi menyebut, persoalan tanah 30 Hektar di Kerangan/Toro Lemma Batu Kallo, akan menjadi salah satu konsentrasi kerja Pemda.

Menurutnya, dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mengawal proses hukum tentang persoalan aset Mabar sangat diperlukan.

Ia mengajak masyarakat Mabar untuk mendukung dan terus mengawal proses hukum yang sedang ditangani oleh Kejati NTT terkait persoalan tanah 30 Hektar di Kerangan/Toro Lemma Batu Kallo.

“Saya mengajak kita bersama untuk mengawal proses yang sedang berjalan dan memberi dukungan penuh kepada Kejaksaan NTT yang menangani persoalan ini,” kata Bupati Edistasius Endi kepada sejumlah awak media di kantor bupati Mabar, pada Senin (8/3/2021)

“Kita harus mendukung agenda penegakan hukum dan menghormati proses sidang yang sedang berjalan di Pengadilan Tipikor Kupang. Dengan begitu, semoga segera mendapat titik terang dan kepastian hukum,” ucapnya.

Bupati Endi mengungkapkan, harapan Pemda dengan masyarakat Mabar selama ini sama, yaitu agar lahan tersebut segera menjadi milik Pemda Mabar.

Ia menuturkan, “Batin saya (pemda) dan publik sama, yaitu lahan tersebut segera menjadi milik Pemda Mabar sebagaimana amanah pendahulu kita, baik Fungsionaris adat Nggorang Bapak Haji Dalu Ishaka, Haku Mustafa dan Bupati Gazpar Ehok yang punya niat baik memberikan tanah tersebut ke Pemda. Trima kasih kepada seluruh pendahulu kita ini,” tambahnya.

Baca Juga:  Tahun 2022, Dibuka 500 Ribu Lowongan Guru PPPK Jalur Honorer K2

Secara terpisah, Sekjen Pergerakan Kedaulatan Rakyat sekaligus Pembina HIPMMABAR Jakarta, Yosef Sampurna Nggarang saat dihubungi letangmedia.com, menyambut dan mengapresiasi atas upaya dan komitmen Pemda Mabar dalam mendukung penegakan hukum oleh Kejati NTT.

“Terkait ajakan bupati kepada publik untuk mengawal persidangan kasus lahan Kerangan/Toro Lemma Batu Kallo, tentu publik harus menyambut dan melaksanakan ajakan tersebut, supaya memastikan bahwa aset bernilai tersebut tidak jatuh ke tangan segelintir orang, tapi ke publik, yaitu keseluruh 263 ribu penduduk Manggarai Barat, dengan begitu sila Keadilan sosial terwujud di daerah ini,” tegas Pembina HIPMMABAR Jakarta ini.

Yosef melanjutkan, langkah Pemda untuk membentuk tim khusus menangani persoalan aset Mabar adalah sangat penting dan perlu diapresiasi.

“Ini sangat penting untuk segera diselesaikan, karena ini salah satu persoalan mendasar juga. Jadi kalau bupati melihat ini persoalan penting, saya katakan, iya penting. Dalam konteks sekarang Mabar (Labuan Bajo ) positifnya dikenal sebagai daerah pariwisata kelas internasonal,hanya terganggu dengan persoalan sengkarut agraria yang sangat ‘akut’, inilah bagian negatifnya dan ini akan mengganggu,menghambat perubahan didaerah ini,” ujar Yosef Nggarang saat dihubungi, Senin (8/3/2021).

Selain itu, Yosef Nggarang, menilai, pembentukan Tim Kerja penerbitan aset dengan mendorong partisipasi publik oleh bupati, publik harus menyambut baik. Ini menunjukan,bahwa Bupati Edi mempraktekkan apa yang disebut dengan konsep good governance’: pemerintahan yang bersih, baik, dan berwibawa, didalamnya terdapat nilai yang menjunjung tinggi keinginan rakyat, kemandirian, aspek fungsional, serta pemerintahan yang efektif dan efisien.

Baca Juga:  Satlantas Polres Mabar Gelar Vaksinasi Presisi

“Kalau betul-betul menjalankan konsep good governance, maka kedepannya Pemda Mabar tidak lagi berkutat dengan persoalan yang sama, yaitu persoalan agraria. Tidak lagi membuang waktu untuk berurusan dengan aparat penegak hukum, seperti yang terjadi sekarang ini dalam kasus pengalihan aset Pemda Mabar, tanah selaus 30 Ha di Kerangan/Toro Lemma Batu Kallo yang nilainya 1,3 triliun,” tegasnya.

Selanjutnya, Ia mengaparesiasi langkah Pemda Mabar, dan menyampaikan ucapan terima kasih atas inisiatif dan niat untuk menyelesaikan persoalan agraria di Mabar dengan dimulai dari penertiban aset pemda. (REDAKSI)

  • Bagikan
error: Content is protected !!
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.