Marsel Payong: Perlunya Gong Belajar Selama Pembelajaran Daring

  • Bagikan
Marsel Payong: Perlunya Gong Belajar Selama Pembelajaran Daring
Dr. Marsel Ruben Payong. M.Pd. (Foto: Dokumen Letangmedia.com)

MANGGARAI|LETANGMEDIA.com-Pembelajaran daring disetiap jenjang pendidikan dimulai sejak wabah Covid-19. Ditengah disrupsi teknologi, tentu pembelajaran daring memiliki peluang dan tantangan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Disrupsi teknologi memberi peluang kepada peserta didik untuk semakin melek teknologi dan belajar tidak terikat dengan waktu. Sedangkan tantanganya adalah infrastruktur jaringan dan kemandirian belajar.

Membangun kemandirian belajar siswa selama diberlakukannya pelambelajaran daring tidak mudah bila dibandingkan saat pembelajaran tatap muka atau pembelajaran luring.

Hal itu disampaikan Dr. Marsel Ruben Payong. M.Pd., saat ditemui Letangmedia.com di ruang kerjanya, pada Senin, 5 Juli 2021.

“Akibat wabah Covid-19 membuat kita harus melek dengan teknologi. Sebab ada berbagai pola kerja yang sebelumnya dikerjakan secara manual dan bertatap muka, kini beralih secara daring dengan mengandalkan teknologi. Hal yang sama terjadi di dunia pendidikan, salah satunya adalah pembelajaran daring. Hal ini didukung dengan disrupsi teknologi,” ungkap dosen Unika Santu Paulus Ruteng tersebut.

Dia menambahkan, disrupsi teknologi menimbulkan peluang yang bagus untuk belajar. Siswa tidak terikat dengan ruang dan waktu. Mereka bisa belajar di mana saja dan kapan saja.

“Orang bisa belajar secara mandiri. Kemandirian belajar juga sebagai dampak perkembangan ini. Tetapi disisi lain, kita lihat kesiapan belajar dan juga mentalitas untuk rasa ingin tahu, apakah sudah dimiliki sepenuhnya oleh para siswa kita atau tidak,” terang Dr. Marsel.

Menurut dosen Teknologi Pendidikan itu, membanguan kemandirian belajar siswa adalah tanggung jawab bersama, lebih khusus saat pembelajaran daring.

Sebab kata Dr. Marsel, bahwa selama pembelajaran daring tenaga pendididkan secara intens hanya dapat mengasah kemampuan kognitif (pengatahuan) dan afektif (keterampilan), sementara membangun karakter siswa sebagaimana yang dicita-citakan dalam Kurikulum 2013 tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Mengatasi hal ini, Dr. Marsel, berpendapat bahwa perlunya kerja kolektif antara sekolah dan masyarakat, pemerintah, dan pihak keamanan dengan menghidupkan kembali gong belajar.

“Untuk Membangun kemandirian belajar dan karakter siswa selama pembelajaran daring adalah tanggung jawab bersama. Misalnya di masyarakat, dengan menghidupkan kembali gong belajar. Manfaat gong belajar ini salah satunya, untuk memberitahukan kepada siswa-siswa di kampung tersebut, bahwa sekarang jam sekolah, walau di masing-masing rumah. Sehingga tidak ada yang beranggapkan, libur,” lanjutnya.

Selain itu, kata Dr. Marsel, gong belajar ini untuk sama-sama mengontorol siswa, agar pada jam-jam sekolah tidak berkeliaran, namun tetap menjalankan tugas sebagai pelajar di rumah masing-masing.

Wakil Rektor II Unika Santu Paulus Ruteng ini menambahkan, bahwa dengan adanya gong belajar, orang tua dapat mengontrol dan membimbing anak-anaknya untuk mengerjakan tugas dan belajar.

“Sehingga orang tua dan masyarakat sama-sama mengingatkan kepada peserta didik bahwa pembelajaran daring itu, bukan berarti libur. Tetapi tetap melakukan aktifitas sebagai siswa. Bedanya, bukan belajar di sekolah tetapi di rumah,” terang Dr. Marsel.

Selanjutnya Dr. Marsel, mengungkapkan bahwa konsep tentang mutu setelah Covid-19 akan dicek kembali. Apakah mutu itu ditentukan ketika siswa berhasil mengerjakan soal atau sebagainya?

Menurutnya lebih cendrung untuk perkuatkan literasi. Seperti literasi dasar dan literasi media digital. Hal ini juga sejalan dengan peluang pendidikan ditengah disrupsi teknologi.

Alumni Universitas Negeri Jakarta itu juga berharap agar pembanguan infrastruktur jaringan dan jaringan listrik di setiap desa dipercepat.

Dia juga mengakui, bahwa selain persoalan listrik dan jaringan komunikasi yang dihadapi oleh siswa dan orang tua adalah kesulitan ekonomi yang menyebabkan anak tidak mempunyai fasilitas belajar, seperti HP (Edy FH)*

Penulis| Edy Feliks Hatam
Editor   | Hardy Sungkang

Baca Juga:  Guru Honorer Berusia di Atas 35 Tahun, Brikut Solusi dari Nadiem Makarim
  • Bagikan
error: Content is protected !!
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.