Mencegah Radikalisme, KOPERAD Mabar  Usul Pembentukan Badan Khusus

  • Bagikan
ILUSTRASI TOLAK RADIKALISME DAN TERORISME (Foto: polrestasamarinda.com)

Mencegah Radikalisme,
KOPERAD Mabar  Usul
Pembentukan Badan Khusus

Laporan Feliks.H
Letangmedia.com

MABAR|Letangmedia.com-Pasca Edistasius Endi, SE., dan dr. Yulianus Weng, M.Kes., atau pasangan Edi-Weng dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT)  Viktor B. Laiskodat di Aula El Tari Kupang (26 Februari 2021) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, KOPERAD Mabar mengusulkan untuk membentuk badan/instansi khusus terkait pencegahan radikalisme dan terorisme.

Harapan itu, disampaikan oleh Ketua Presidum Komunitas Pemuda Anti Radikal Manggarai Barat (KOPEARAD Mabar), Itho Umar, kepada Letangmedia.com melalui pesan WhatsApp, pada Sabtu (27/2/2021)

Itho menjelaskan, kesalahan pemimpin memberikan informasi dan memberi pencerahan bisa berdampak buruk sampai ke masyakarat; karena itu penting bagi pemimpin menjaga komunikasi yang intim baik kepada para tokoh-tokoh agama maupun kepada stakeholder lainnya di masyarakat untuk memutus mata rantai masuknya paham-paham radikal.

Selain pentingnya komunikasi, Itho meminta agar pemimpin baru Mabar  membentuk badan/instansi khusus terkait pencegahan radikalisme dan terorisme.

“KOPEARAD Mabar meminta kepada pemimpin baru manggarai barat untuk membentuk badan/instansi khusus terkait pencegahan radikalisme dan terorisme. Hal ini Mungkin terkesan mengada-ada namun tak dapat dipungkiri bahwa pesatnya kemajuan Manggarai Barat ke depan memungkinkan hal buruk itu bisa terjadi khususnya dari sisi radikalisme dan terorisme. Ini bentuk upaya pencegahan dini yang dianjurkan,” jelas Itho.

Baca Juga:  Asosiasi Desa Wisata Mabar Terbentuk, Ini Jajaran Pengurusnya
Itho Umar, Ketua Presidium KOPEARAD Mabar (Foto: Dokpri)

Itho mengakui, mencegah radikalisme dan terorisme tentu menjadi perhatian pemerintah Indonesia umumnya dan Manggarai Barat khususnya. Pencegahan tentu merupakan upaya paling efektif untuk membendung penyebaran radikalisme dan terorisme yang masuk dengan berbagai kedok terutama kedok ajaran agama.

Menurut Itho, membentuk badan/instansi khusus terkait pencegahan radikalisme dan terorisme di Manggarai Barat sangat penting dan beralasan mengingat Labuan Bajo sebagai pintu masuk dan pintu keluar dengan intensitas yang tinggi dan kota pariwisata.

“Ya kita tahu, bahwa secara geografis, wilayah Labuan Bajo letaknya sangat strategis dan sedang gencar-gencarnya dipromosikan pemerintah sebagai destinasi unggulan pariwasata; di mana akses dan mobilisasi keluar masuk  masyarakat sangat tinggi dibanding dengan kota-kota lain di Pulau Flores,” ungkapnya.

Baca Juga:  Penerimaan Anggota Polri 2021: Polres Mabar, Lakukan Rikmin 99 Calon Siswa Asal Mabar

“Tentu sebagai pintu masuk yang  ‘rentan’ dengan masuknya berbagai paham radikal yang mengarah ke terorisme, Manggarai Barat sangat membutuhkan pemimpin yang kuat, pemimpin yang mampu dan pemimpin yang siap melakukan teroboson dan pertahanan tangguh dalam mencegah dan atau  menghadapi persoalan ini,” lanjutnya.

Oleh karena itu, ketua Presidium KOPEARAD Mabar, Itho Umar, saat dihubungi letangmedia.com menyampaikan harapan kepada Bupati dan Wakil Bupati Mabar dalam mencegah radikalisme dan intoleransi yang mengarah kepada terorisme.

“KOPEARAD Mabar menaruh harapan penuh kepada pemimpin baru Manggarai Barat, Bapak Edi Endi dan dokter Yulianus Weng yang sudah resmi menakhodai ‘perahu layar’ Manggarai Barat harus mampu dan kuat serta siap menghadapi persoalan radikalisme yang bisa mengarah ke terorisme.” Jelas Itho kepada Letangmedia.com.

Itho juga menyampaikan bahwa sebagai kabupaten yang memiliki kemajemukan baik itu Agama,suku,ras dan adat istiadat tentu berbagai dinamika akan terjadi. Dinamika yang sifatnya membangun Mabar  adalah bagus dan terus didukung, akan tetapi dinamika yang berindikasi kepada perpecahan, permusuhan dan intoleransi itu harus dicegah.

Baca Juga:  Mewujudkan Perawat yang Kompeten, PPNI Manggarai Menyelenggarakan UKOMNAS

Pemimpin baru harus memiliki strategi dan kemampuan lebih untuk mengayomi berbagai elemen seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda. Selain mengayomi, pemimpin baru juga harus mampu memberikan edukasi dan informasi yang selanjutnya akan dilanjutkan para tokoh kepada umat atau masyarakat.” tutupnya.

BACA JUGA:

  1. Ketua KOPERAD Mabar: Untuk Mencegah Radikalisme, Bupati dan Wabup Mengayomi Semua Pihak
  2. Bupati dan Wabub Telah Dilantik: Laurentius, Semoga Tidak Ada Lagi Sekat Antarpendukung
  3. Bupati Baru dan Respons Tiga Isu Krusial || Oleh: Sil Joni
  • Bagikan
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.