Natal Sudah Tiba Aku Rindu Tungku Natal Ibu || Kumpulan Puisi Ama Colle

  • Bagikan
PENULIS (FOTO DOKPRI)

Tungku Natal Ibu 

Dari sekian aroma pada tubuh angin
di sanalah aku menempatkan kembali.
Adalah tungku natal ibu.
Teringat tempat dulu ibu menanak keringatnya,
aku menunggu aroma bahagia bersimbah peluh.

Tungku natal ibu,
di sana aku menanti kayu bakar memberi diri,
sambil kugenggam momen itu.
Mungkin nanti aku tak lagi natal di sini.
Aku menanti hingga menunggu,
natal pun kembali lagi bersumbuh.
Hanya kali ini aku tidak sesiap dulu
natal kali ini memang tak adil,
sebab aku rindu tungku natal ibu,
tanpa melihat senyum keringatnya,
yang matang dalam setiap doa.
Ku ingat pepatahmu,

“Tungku dulu baru natal”.
Semoga Tuan datang membawa jawaban.

AGS-Selasa, 22 Desember 2020

Pekarangan Rumah Kecil

Nenek masih ingatkah pada waktu itu?
Waktu ketika kutabur segala tawa di pekarangan rumah kecil,
tapi entah di mana itu semua, sirnah tak berbekas sejak kau tiada.
Kemarin sore kukembali ke rumah kecil kita,
dan pada tempat engkau menatapku diam tak bernyawa,
kutemukan sepucuk surat, beginilah isinya:

Dear Tubuh,
Aku tahu puisiku sepi berkelana, ia dalam sakratulmaut.
BibirMu bisu pergi tak pamit pada puisiku, dan Kau tahu puisiku sekarat.
Di pekarangan rumah kecil ini,
aku ingin yang membaca surat ini tahu penghuni puisiku.
Engkau empunya kenangan waktu itu,
dan kamilah tubuh puisi yang sewaktu-waktu patah.
(Nenekmu: perkarangan rumah kecil)

Wanita Bermata Lilin

(sehabis membunuh gelap, ia menyembuhkan yang terang)
Rasanya kami selalu mengagumimu, wahai wanita!
Jika malam-malam gelap, buta tertidur
maka kami pernah berhutang pada terangmu.
Engkau berekstravagansa pada kebutaan kami,
jika boleh, terang itu sepatutnya jiwa kami,
dan kau meramu keping nan keping gelap itu.

Wanita bermata lilin!
Sekian lamanya engkau menyalakan terang,
kami hanya menunggu bila nantinya kami gelap.
Sehabis membunuh gelap,
engkau menyembuhkan terang yang redup.
Wahai para wanita! Kamu diutus pada gelap,
lalu kami hanyalah pemuja yang egois.
Ibu kau guru bermata lilin.

AGS-Rabu, 23 Desember 2020

BACA JUGA:

  1. Kabut di Kamar Antara Tanya dan rindu Melebur Menjadi Satu || Kumpulan Puisi Indrha Gamur
  2. Kembang Mekar di Pusara Ibu || Kumpulan Puisi Arnolda Elan
  3. Segumpal Rindu Di Bibir Pantai || Kumpulan Puisi Selviana Grasantia
  4. Menyambut Natal, Guru SMAK Swasta St. Aloisius Ruteng Melaksanakan Ret-Ret
Oleh: Ama Colle. Penulis adalah, mahasiswa STFK Ledalero-Maumere. Saat ini berdomisili di biara SVD unit Agustinus
  • Bagikan
error: Content is protected !!
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.