oleh

Perusahaan Panah Merah Dampingi Petani Hortikultura di Manggarai

Letangmedia.com, Ruteng– Geliat petani hortikultura di Kabupaten Manggarai sudah tidak bisa dibantahkan lagi. Hal ini pun tampak nyata perkembangan tanaman horti di lokasi salah seorang petani asal Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Romaldus Dame, Kamis, 17/12/2020.

Pantauan media ini, hamparan besar yang begitu luas membentang tampak tidak bisa dipatahkan oleh psimisme dan keraguan. Semangat petani horti, Romaldus Dame bersama Yustinus Sali tidak bisa dibendung. Kali ini mereka sudah merasakan betapa besarnya rasa puas dan bangga atas hasil karya dan usaha sendiri.

“Saya merintis usaha horti ini dengan penuh kesadaran diri tanpa intervensi pihak lain. Selama ini kami bekerja dengan sistem manajemen perusahaan. Artinya, kami harus memiliki karyawan tetap untuk menjangkau lahan kurang lebih 1 hektar ini”, papar Romaldus.

Lokasi Tanaman Hortikultura (Foto: Hardy Sugkang)

Romaldus kepada media ini menjelaskan bahwa dirinya sungguh merasakan betapa luar biasanya penghasilan dari usaha horti. Sehingga demikian ia pun mulai memfokuskan diri dengan salah satu jenis tanaman horti berjenis tomat.

BACA JUGA:

  1. “Mabar Kritis”: Narasi yang ‘Tidak Kritis’
  2. Terima Kasih Ibu Maria Geong
  3. FKIP Unika Santu Paulus Ruteng Akan Melaksanakan KKN di Seluruh Paroki Keuskupan Ruteng
  4. Minggu, 29 November 2020: Datanglah di Pantai Sengari Reok dan Saksikan ini
  5. SIMAK TIGA PUISI ROMANTIS ERLIN || Puing-Puing Rindu Harap Kembali Utuh
  6. OPINI || Natal dan Rekonsiliasi Politik Pasca Pilkada

Hamparan hektar itu sungguh memanjakan pandangan setiap pengunjung yang bertandang ke sana. Betapa tidak, kita dininabobokan oleh hijaunya daun tomat dan indahnya warna buah tomat tersebut. Romaldus menjelaskan tanaman tomat yang ada di lokasi itu berjumlah 12 ribu pohon.

Baca Juga:  NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

Di lokasi itu, pantauan media ini juga tampak hadir beberapa petani horti mienial yang berasal dari Kecamatan Cibal. Di antaranya, perwakilan petani milenial dari Kampung Golo, Pinggang, Rangat, dan Lengor. Mereka bertandang ke sana dengan tujuan untuk melakukan pantauan langsung atas keberhasilan dan kefokusan diri bapak Romaldus itu.

“Kami sanggat bangga melihat geliat bapak Romaldus. Sesungguhnya kalau secara pribadi kami menilai usaha bapak romaldus itu merupakan buah dari ketekunan dan kesiapan diri menghadap satu era baru atau trend baru fase kehidupan kita, khususnya dalam konteks kerja,” terang Evaldus Putar.

Beberapa anggota lainya pun ikut merasa bangga dan siap mengikuti jejak beliau dalam usaha horti mereka.

Sementara itu, informasi yang dihimpun media ini, Romaldus Dame tampaknya menggunakan lahan tanaman horti berhektar itu dengan sistem kontrak. Dengan rasa semangatnya yang tinggi, ia pun berani melakukan sistem kontrak lahan orang. Baginya pembayaran kontrak lahan itu hanya diselesaikan oleh penjualan 3% dari hasil tomatnya. Sementara ketika dirinya memaparkan hasil penjualan tomat itu sampai hari ini sudah mencapai Rp. 30.000.000.

Baca Juga:  Komitmen Selamatkan Aset Daerah, Pemda Mabar Akan Membentuk Tim Kerja Penertiban Aset

“Hari ini sudah memasuki panen yang ketiga. Tentu hasil panen pertama dan kedua sudah mencapai angka yang dikalkulasikan. Saya melihat tahun ini hasilnya bahkan lebih. Namun, hal itu juga tergantung kebutuhan pasar”, terang Romaldus.

Ketika ditanya terkait respon pemerintah Kabupaten Manggarai terhadap usaha mereka, dirinya menerangkan bahwa mereka sama sekali menggunakan anggaran dasar pribadi tanpa bantuan pihak lain. Apalagi pemerintah Kabupaten Manggarai. Dirinya malah merasa bangga dengan kehadiran Pana Merah, sebuah perusahan benih yang turut mengambil waktu yang banyak dalam proses pendampingan bagi mereka.

“Saya bangga dengan kehadiran toko Pandu Tani Ruteng yang telah menyiapkan benih yang baik untuk kami petani horti ini. Berkat kebaikan mereka, kami bisa menemukan surga dari petani. Artinya, pengetahuan kami dapat dari mereka dan berbagai ilmu lainnya terkait proses pertanian yang baik ini”, tambah Romaldus.

Salah seorang pendamping pertanian dari pana merah, Yosef Nifu turut hadir dalam kesempatan panen itu. Pana merah merupakan sebuah perusahaan benih. Pak Oseng sapaan akrab beliau, pada kesempatan itu menjelaskan bahwa dirinya siap mendampingi petani di Kabupaten Manggarai dan Ngada.

Baca Juga:  PILKADA DAN ADVEN || Refleksi Akhir Tahun
Foto (Hardy Sugkang)

“Selama mendampingi kedua petani di Desa Golo Langkok ini, kami menggunakan dua jenis prodak yakni Gustafi dan Serfo. Kedua prodak ini memiliki ketahanan sendiri terhadap serangan virus. Keunggulan lain dari prodak ini juga memiliki ketahanan simpan yang lama”, terang Oseng Ninu kepada media ini.

Ketika dikaitkan dengan keberadaan PPL, Romaldus merasa pesimis dengan kehadiran Pegawai Praktik Lapangan (PPL) Kabupaten Manggarai yang tidak punya kepekaan terhadap karya pertanian masyarakat. Karena itu, Romaldus termasuk beberapa petani milenial dari Kecamatan Cibal juga mempertanyakan eksisktensi PPL di Kabupaten Manggarai. Barangkali mungkin PPL itu harus secara intens melakukan pendampingan terhadap seluruh petani di Manggarai.

Penulis: Hardy Sugkang

Komentar