Prof. John Guru Besar Pertama Unika Ruteng Soroti Pentingnya Perjumpaan Hukum dalam Kasus Perkawinan di Manggarai

  • Bagikan
Guru Besar Pertama Unika Santu Paulus Ruteng Siap Dikukuhkan
Guru Besar Pertama Unika Santu Paulus Ruteng Siap Dikukuhkan (Saat Konferensi Pres, Foto hardy)

MANGGARAI | Letangmedia.com– Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon, MA., adalah Guru Besar pertama Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng.

Prof John, demikian panggilan Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon, MA., menyandang Guru Besar Bidang Ilmu Religi dan Budaya sebagaimana tersebut dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nomor 64673/MPK.A/KP.05.01/2021 tertanggal 5 Oktober 2021.

Pengukuhan

“Prof John akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Religi dan Budaya, pada hari Sabtu, 27 November 2021, bertempat di Aula Asumta Keuskupan Ruteng. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh panitia,”

Demikian keterangan Ledobaldus Roling Mujur, S.Fil., M.M,, selaku Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng (Yaspar) yang sekaligus menjadi ketua umum panitia penyelenggara dalam konferensi pers di Auditorium Lantai V Gedung Utama Timur Unika Santu Paulus Ruteng, yang juga dihadiri langsung oleh Prof. John, Ketua pelaksana I, Dr. Fransiska Widyawati, M.Hum., Ketua Pelaksana II Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd,. dan Ketua Pelaksana III Dr. Inosensius Sutam.

Lebih lanjut, RD. Roling mengungkapkan, keluarga besar Yaspar menyampaikan rasa syukur dan bangga atas jabatan akademik yang draih oleh Prof John.

Sebagai badan penyelenggara, kata RD. Roling, terus berkomitmen untuk selalu mendukung peniningkatan kualitas Unika Santu Paulus Ruteng, mulai dari peningkatan sumber daya dosen sampai pada penyedian fasilitas untuk mendukung segala proses perkuliahan.

keluarga besar Yaspar, mulai dari jajaran Pembina, pengurus dan staf mengucapkan selamat dan profesciat kepada Prof. John. Kami berharap, capaian yang diraih oleh Prof. John memantik semangat civitas academica Unika Santu Paulus Ruteng untuk terus bergerak maju wujudkan cita-cita,” lanjutnya.

Guru Besar Pertama

Masih pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I yang juga sebagai ketua panitia pelaksana I menyatakan, bahwa Prof. John  adalah Guru Besar pertama di Unika Santu Paulus Ruteng.

“Penganugerahan sebagai Guru Besar pada diri Prof. John memiliki arti yang sangat signifikan bagi perkembangan lembaga ini ke depannya. Ini merupakan sejarah pertama dan kampus pastinya akan diperhitungkan sebagai lembaga yang akan mengembangkan riset, penelitian dan pengabdian,” ungkapnya kepada awak media.

Fransiska, demikian panggilan Dr. Fransiska Widyawati, M.Hum., mengungkapkan, bahwa Prof. John yang saat ini menjabat Rektor Unika Santu Paulus Ruteng benar-benar telah melewati proses yang panjang untuk mendapatkan jabatan akademik sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Religi dan Budaya.

Dia menjelaskan, bahwa ada beberapa hal yang telah dipenuhi sebagai syarat diperolehnya jabatan akademik dalam proses pengajuan jabatan profesor tersebut, di antaranya telah menulis 11 (sebelas) buku. Telah memenuhi dua publikasi pada jurnal Internasional yang berindeks scopus dan 1 pada sinta satu.

Ada lebih dari 20 artikel yang terpublikasi pada jurnal-jurnal terakreditasi sinta yaitu sinta II, sinta III, sinta IV dan sinta V.

Selain itu telah memiliki artikel sinta yang terakreditasi nasional maupun Internasional, artikel prosiding yang telah dipublikasikan pada setiap dirinya sebagai pembicara dalam konferensi internasional.

Tidak hanya itu, Prof. John juga memiliki begitu banyak artikel dalam bentuk book chapter. Masih banyak juga artikel yang tidak terpublikasikan, tetapi tersimpan sebagai manuscrip. Ia juga telah memenangkan beberapa hibah nasional.

Lebih lanjut Fransiska menjelaskan, bahwa Prof. John aktif melaksanakan Tri Dhama Perguruan Tinggi (Pendidikan, penelitian dan pengabdian)

“Berbagai persayaratan di atas merupakan dasar utama sehingga pantas diangkat sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Religi dan Budaya,” tambah Fransiska.

Komiteman Meningkatkan SDM

Wakil Rektor II sekaligus ketua panitia pelaksana II, pada kesempatan tersebut menyatakan, bahwa pihaknya bersama Yaspar selalu berkomitmen untuk mendukung upaya dosen dalam meningkatkan kualifikasi akademik.

Sementara itu, Wakil Rektor III yang juga ketua pelaksana III mengungkapkan, bahwa capaian jabatan akademik Prof John menjadi era baru untuk terus meningkatkan kualitas mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng.

“Selama ini mahasiswa kami diberi kesempatan untuk megikuti berbagai kegiatan dalam mengasah hard skill dan soft skill, baik di kampus maupuan di luar kampus. Hal ini sejalan dengan komitmen Prof. John agar lembaga ini secara konsisten melahirkan generasi-generasi berkuliatas dan berdaya saing”, terangnya.

Prinsip Kepastian Hukum

Prof John pada kesempatan itu menyatakan, bahwa dirinya menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Religi dan Budaya.

“Perjumpaan Hukum Negara, Agama, dan Adat dalam kasus perkawinan di Manggarai. Saya menyoroti masalah marginilisasi Hukum adat dan ketidakmampuan Hukum negera mengakomodir Hukum adat dan Agama,” ungkap Prof John.

Menurutnya, hal ini menyebabkan pasangan suami istri dan anak-anak yang hanya menikah menurut Hukum adat Manggarai mengalami kesulitan sebagai warga Negara.

Karena itu, alumnus Ottawa University ini merekomendasikan agar ketiga Hukum tersebut perlu perjumpaan secara harmanonis, dialektis, dan mutualis dengan memerhatikan kepastian Hukum, penegakan keadilan dan hak asasi manusia serta asas kemanfaatan bagi manusia Manggarai.

“Ketiganya perlu saling mengadopsi dan mendukung satu sama lain demi tegaknya hak pasangan suama istri dan anak-anak Manggarai,” tambanya.

Lebih lanjut, Prof John menyampaikan ucapan terima kasih kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dirinya dalam setiap proses pengusulan Guru Besar.

Sebagai informasi, bahwa pengukuhan Prof. John akan dilaksanakan  di Aula Asumta Keuskupan Ruteng, pada Sabtu, 27 November 2021. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, acara pengukuhan ini disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Unika Santu Paulus Ruteng.

Baca Juga:  HGN 2021, Nadiem: Guru Inginkan Pemimpin Sekolah Berpihak Pada Murid Bukan Birokrasi
  • Bagikan
error: Content is protected !!
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.