Ruteng Krisis Keteladanan dan Minimnya Ruang Publik Memicu Gejala Demoralisasi Remaja

  • Bagikan
Ruteng Krisis Keteladanan dan Minimnya Ruang Publik Memicu Gejala Demoralisasi Remaja
Ilustrasi (Foto: id.pinterest.com/@indoamaterasu)

MANGGARAI | Letangmedia.com-Ruteng krisis keteladanan dan minimnya ruang publik memicu gejala demoralisasi remaja. Norma sosial, adat dan bahkan agama tidak lagi menjadi basis rujukan bagi perilaku kaum remaja.

Pernyataan ini disampaikan Dr. Marianus Mantovanny Tapung terhadap fenomena yang mengarah pada degaradasi moral anak-anak remaja di kota Ruteng.

Manto, demikian panggilan Dr. Marianus Mantovanny Tapung, menyebutkan beberapa fenomena di mana anak remaja di kota Ruteng mengalami degradasi moral.

Seperti yang diberitakan di https://www.florespost.co/2018/11/15/polisi-amankan-sembilan-pelajar-dari-sebuah-kos-di-Ruteng/;https://www.alur.id/belasan-remaja-di-Ruteng-kepergok-mesum-di-kamas-kos.

Dia menyatakan, persoalan ini seharusnya menjadi keprihatinan kolektif masyarakat Manggarai.

“Fenomena ini memberi gambaran bahwa norma sosial, adat dan bahkan agama tidak lagi menjadi basis rujukan bagi perilaku kaum remaja. Apa yang terjadi pada sekelompok remaja sekolah ini merupakan preseden, bahwa ruang kehidupan generasi kita sedang dilanda demoralisasi,” jelasnya melalui pesan Whatsaap saat dihubungi media ini, Senin (22/11/2021).

Kasus ini semacam ini, kada Manto, merupakan ujung dari kerucut gunung es.

Baca Juga:  Bupati Hery Lantik 8 Pejabat Eselon II B di Lingkup Pemda Manggarai

Manto menambahkan, masalah besar yang mendasari munculnya perilaku delikuen menyimpang (delikuen) pada remaja ini masih terpendam. Untuk itu, semua pihak memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menguak fenomena gunung es ini.

Ruteng Krisis Keteladanan dan Minimnya Ruang Publik Memicu Gejala Demoralisasi Remaja
Dr. Marianus Mantovanny Tapung (Foto Arsip Letengmedia.com)

Dosen Unika Santu Paulus Ruteng ini ikut mempertanyakan “mengapa gejala demoralisasi ini mulai muncul di kalangan remaja kita?”

Lebih lanjut, dia meyebutkan beberapa penyebab munculnya gejala demoralisasi remaja di Kota Ruteng.

Pertama, kurangnya sikap selektif dan berpikir kristis terhadap masifnya informasi di medi sosial.

“Masifnya pengaruh informasi media sosial yang menawarkan berbagai bentuk gaya hidup berbau kesenangan (hedonisme) sudah merasuk cara berpikir dan berperilaku orang muda. Sikap selektif dan berpikir kritis serasa melempen ketika determinasi kesenangan di media sosial begitu kuat,” terangnya.

Selain itu, lanjut Manto, pendidikan nilai, moral dan agama belum cukup kuat untuk bisa menjadi tameng dalam mencegah tawaran menggoda di media sosial dengan berbagai fiturnya seperti facebook, instagram, YouTube,Tik Tok, Helo, dll.

Baca Juga:  Kades Bangka Kantar: Hak dan Kewajiban Harus Dilakukan Seimbang dengan Tanggung Jawab

Kedua, adanya gejala, pengawasan dari keluarga, masyarakat dan agama melemah, dan cenderung bersikap ‘mengiyakan’, mengamini (permisif) terhadap segala bentuk penyimpangan (dekadensi) moral seperti itu.

“Apakah sikap permisif ini secara alamiah muncul sebagai dampak tak sadar dan tak langsung dari era disrupsi, atau karena sudah terbentuk persepsi umum, bahwa trend gaya hidup hedonis sudah menjadi dampak yang tak terbantahkan ketika hidup di era ini,” lanjut Manto.

Ketiga, adanya krisis teladan. Masa-masa remaja merupakan masa di mana mereka membentuk identitas diri.

“Salah satu cara membentuk identitas diri adalah dengan mencari figur yang menjadi idola, teladan dan rujukan bagi dirinya. Ketika remaja tersebut tidak menemukan idola, teladan dan rujukan yang paling dekat dengannya dan paling nyata seperti orang tua, kakak, adik, saudara, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, maka dia akan mencarinya di ruang lain,” ungkapnya.

 

  • Bagikan
error: Content is protected !!
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.