Sabda Rindu dan Rintik Desember || Antologi Puisi Arnolda Elan

Antologi Puisi, Sabda Rindu dan Rintik Desember (Original Ilustrasi: kozio.com/Diedit: FH/Letangmedia.com)
Antologi Puisi, Sabda Rindu dan Rintik Desember (Original Ilustrasi: kozio.com/Diedit: FH/Letangmedia.com)

Sebentar Lagi, Kawan

Tatkala ku menulis ini untukmu
Sepenggal kisah goresan Andrea Hirata terbersit dalam kalbu
Tersusun rapi di antara buku yang kubaca, kawan
Membungkamku dengan sederet ayat
Kian memekakkan telinga
Tahukah engkau
Namun gelengan kepalamu seolah menutup rasa dan telingamu
Sebentar lagi, kawan

Lalu denting dawai gitar akustik tetangga kost
Menghantarku pada gemericik risau
Perihal rindu yang telah dipisau
Serentak,…
Kau mengutuk malam Minggu yang hampir tiba

Tak perlu gundah gulanamu, kawan
Tubuhmu tak akan dikoyak oleh rindu
Namun ia meretas pilu dari apa yang kau dustai
Setelah batin disobek
Kini ia menjahitnya atas nama mu

Saat rintik hujan menghasut rindu
Tanpa ampun ia menepis tangis Bila terbaca olehmu
Dalam mimpi yang sulit terungkap

 

Sabda Rindu

Denting piano di pelataran cafe
Membelai sunyi sepasang mata sedang beradu
Sesekali bergurau lalu menyeruput aroma senja
Dan aku, masih waras dalam merindu

Sempurna
Engkau mengutuk aku
Menikam kejam rinai hujan
Ku tersedak hingga parau memanggil namamu
Aahhhhkk, jahanam

Tak pandai aku merindu, sebenarnya
Tak cakap aku bercinta, setulusnya

Tegak berdiri atas nama rindu
Segala diksi puisi menunduk
Siapa dalang di balik semua ini
Menciptakan rindu tanpa izin

Yang bersandar di tembok ruang hampa
Yang menangis di saat subuh
Memeluk guling, mata memerah
Rindu berkuasa

Yang mampir di kala senja
Menebar rindu di tengah malam
Menjatuhkan hati, sejatuh-jatuhnya
Rindu bersabda

Sebab ia, rindu
Aku berteriak
Sebab ia, rindu
Mataku memerah
Sebab ia, rindu
Aku terkapar lemah

 

Baca Juga:
PUISI: Teruntuk Pemilik Hati yang Kokoh
Ilustrasi

Bagiku, kaulah pemilik senyum indah itu. Senyum yang membangkitkan, senyum yang menuliskan hârâpan. Bagiku kaulah permata, Permata yang selalu menata hati Read more

PUISI ILAK SAU || Cerita Waktu
Penulis: Ilak Sau

Hari demi hari terlewati dengan ukiran Menunggu raja menanti keberhasilan Penaku telah bersaksi Hingga Membuat jejak dari akhir perjuangan   Read more

Demokrasi dalam Segelas Kopi
Ilustrasi

Demokrasi akan berhasil bila Pancasila menjadi referensi. Demokrasi yang demokratis, bukan kegaduhan menentang Pancasila. Demokrasi itu tidak benar, bila diperjuangkan Read more

PUSISI ERLIN || Pasrah
Erlin

Jika hujan datang membasahi bumi dan menyejukan musim panas Lantas siapa yang akan datang menyejukan hati yang sedang terbakar api Read more

Kampung Mati
Kampung Mati

LETANG MEDIA.COM-Pria itu mengendarai sepeda motor. Badannya seperti mengigil tak henti, sum-sum tulangnya seperti lupa untuk kembali normal, saat melintasi Read more

Permainan Tradisional Dalam Membentuk Karakter Anak

LETANG MEDIA.COM-Pada tahun 2012 koordinator Yayasan Sahabat Kapas, Dian Sasmita mengatakan kecanduan anak-anak pada game online seperti kecanduan pada narkotika, karena ketika Read more