Selamatkan Aset Daerah, Bupati dan Wabub Mabar Ajak Masyarakat Dukung Kejati NTT

  • Bagikan
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi dan Wakil Bupati Yulianus Weng. (Foto Dokumen:manggaraibaratkab.go.id)

Selamatkan Aset Daerah,
Bupati dan Wabub Mabar Ajak
Masyarakat Dukung Kejati NTT

Laporan | Edy FH
Letangmedia.com

MABAR| Letangmedia.com Bupati  Manggarai Barat (Mabar), Edistasius Endi, SE., dan Wakil Bupati (Wabub) Mabar dr. Yulianus Weng, M.Kes., mengajak masyarakat untuk mendukung dan ikut mengawal langkah penegakan hukum terkait penyelamatan aset Pemerintah daerah (Pemda), terutama kasus Tanah Kerangan yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi NTT.

“Saya mengajak kita bersama untuk mengawal proses yang sedang berjalan dan memberi dukungan penuh kepada Kejaksaan NTT yang menangani persoalan ini,” kata Bupati Edistasius Endi, SE., kepada sejumlah awak media di kantor Bupati Mabar, pada Senin (8/3/2021).

Lebih lanjut, Bupati Endi menegaskan “kita harus mendukung agenda penegakan hukum dan menghormati proses sidang yang sedang berjalan di Pengadilan Tipikor Kupang. Dengan begitu, semoga segera mendapat titik terang dan kepastian hukum.”

Menurut Bupati Endi, persoalan tanah 30 Hektar di Kerangan/Toro Lemma Batu Kallo, akan menjadi salah satu konsentrasi kerja Pemda Mabar.

“Batin saya (Pemda) dan publik sama, yaitu lahan tersebut segera menjadi milik Pemda Mabar sebagaimana amanah pendahulu kita, baik Fungsionaris adat Nggorang Bapak Haji Dalu Ishaka, Haku Mustafa dan Bupati Gazpar Ehok yang punya niat baik memberikan tanah tersebut ke Pemda. Trimakasih kepada seluruh pendahulu kita ini,” jelas Bupati Endi.

Baca Juga:  Peringati Hari Pahlawan, Politician Academy Laksanakan Diskusi Publik, Bonggas Candra: Tidak Boleh Tabu Bicara Politik

Hal senada disampaikan oleh Wabub Mabar, dr. Yulianus Weng, M.Kes., komitmen penertiban aset Pemda merupakan bagian dari program kerja 100 hari masa kepemimpinan mereka.

“Kami berdua sejak awal maju, punya komitmen terkait persoalan agraria di daerah ini. Karena itu kami memasukan soal ini untuk menjadi salah satu agenda kerja penting yang harus selesaikan,” terangnya.

Selanjutnya dr. Weng, menjelaskan, sebagai bentuk komitmen dalam menyelamatkan aset Mabar, dalam waktu dekat segera kami membentuk tim kerja penerbitan aset.

“Tim ini akan bekerja mendata seluruh aset yang berkaitan dengan aset tidak bergerak yaitu tanah. Kami berharap ada partisipasi publik. Tujuannya agar tidak ada lagi persoalan kedepannya,” jelas Wabub Mabar dr. Weng.

Secara terpisah, Sekjen Pergerakan Kedaulatan Rakyat sekaligus Pembina HIPMMABAR Jakarta, Yosef Sampurna Nggarang saat dihubungi letangmedia.com, menyambut dan mengapresiasi upaya dan komitmen Pemda Mabar dalam mendukung penegakan hukum oleh Kejati NTT.

“Terkait ajakan Bupati kepada publik untuk mengawal persidangan kasus lahan Kerangan/Toro Lemma Batu Kallo, tentu publik harus menyambut dan melaksanakan ajakan tersebut, supaya memastikan bahwa aset bernilai tersebut tidak jatuh ke tangan segelintir orang, tapi ke publik, yaitu keseluruh 263 ribu penduduk Manggarai Barat, dengan begitu sila Keadilan sosial terwujud di daerah ini,” tegas Yosef,  kepada letangmedia.com, Senin (8/3/2021)

Baca Juga:  Mantovanny Tapung: Transformasi Digital Tanpa Human Capital Adalah Absurd

Sementara terakait pembetukan tim khusus untuk menangani persoalan aset Mabar, menurutnya, langkah tersebut sangat penting.

Yosef melanjutkan, pembentukan Tim Kerja penerbitan aset dengan mendorong partisipasi publik oleh Bupati, publik harus menyambut baik. Ini menunjukkan, bahwa Bupati Edi mempraktikkan apa yang disebut dengan konsep good governance’: pemerintahan yang bersih, baik, dan berwibawa, didalamnya terdapat nilai yang menjunjung tinggi keinginan Rakyat, kemandirian, aspek fungsional, serta pemerintahan yang efektif dan efisien.

“Kalau betul- betul menjalankan konsep good governance, maka kedepannya Pemda Mabar tidak lagi berkutat dengan persoalan yang sama, yaitu persoalan agraria. Tidak lagi membuang waktu untuk berurusan dengan aparat penegak hukum, seperti yang terjadi sekarang ini dalam kasus pengalihan aset Pemda Mabar, tanah selus 30 Ha di Kerangan/Toro Lemma Batu Kallo yang nilainya 1,3 triliun,” tutup Yosef Sampurna Nggarang. (REDAKSI)

BACA JUGA:

  1. Catatan Tercecer dari Pinggiran (2) || Awal yang Baik atau Baik di Awal
  2. UNIKA Ruteng Membuka Penerimaan Mahasiswa Baru 2021/2022, Pendaftaran Gratis
  3. Tidak Tebang Pilih (Salut untuk Kejati NTT) || Oleh: Sil Joni
  4. Membongkar Sindikat Mafia Tanah || Oleh: Sil Joni
  • Bagikan
error: Content is protected !!
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.