SMA Negeri III Borong: Kepsek, Hard Skills dan Soft Skills Adalah Sama-Sama Penting

  • Bagikan
ISTIMEWA/FOTO: IREN ANTUS

SETIAP jenjang pendidikan formal memiliki tanggung jawab untuk membentuk dan mengasah hard skills dan soft skills peserta didik. Menjawab tugas itu, diakui bahwa di masing-masing sekolah, dan masing-masing pendidik pada setiap jenjang pendidikan memiliki berbagai strategi, dan program intrakurikuler, kokurikuler serta ekstrakurikuler untuk mengembangkan pola pikir akademik dan keterampilan siswa (hard skills dan soft skills). Demikian pula Sekolah Menengah Atas Negeri III Borong (SMA Negeri III Borong)

Sekilas Tentang SMA Negeri III Borong

Lembaga pendidikan SMA Negeri III Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) didirikan tahun 2011. Tepatnya tanggal 4 Mei 2011 berdasarkasan Surat Keputusan (SK) Bupati Manggarai Timur bernomor: HK/37A2 011.

Kala itu (2011) sebagai sekolah baru tentu memiliki banyak kekurangan, salah satunya gedung sekolah untuk melakukan aktifitas pembelajaran. Kenyataan ini tidak mengurangi semangat apalagi meniadakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Mengatasi keterbatasan itu, Kepala Sekolah SMA Negeri III Borong kala itu Drs. Nanggut Stefanus, meminta izin kepada pihak Sekolah Dasar Katolik (SDK) Jawang.

Alhasil, kali pertama melakukan KBM dilaksanakan di gedung Sekolah Dasar Katolik (SDK) Jawang, dengan dua rombongan Belajar dan 11 orang tenaga pengajar.

Melaksanakan KBM di SDK Jawang bukanlah akhir dari perjuangan mewujudkan mimpi untuk membesarkan SMA Negeri III Borong.

Bagi SMA Negeri III Borong, setiap pencapain bukanlah akhir dari setiap perjuangan, sebaliknya awal yang baru untuk memulai menjemput keberhasilan lainya.

Berpikir untuk membangun gedung sekolah adalah salah satu dari sekian banyak harapan membangun SMA Negeri III Borong kala itu.

Semangat membangun menjadi pikiran yang terus dinyalakan. Sebab “pikiran bukan sebuah bejana untuk diisi, tetapi api yang terus dinyalakan,” kata Plutacrh<1>*

Semangat itu terbukti seiring berjalannya waktu. Kerja keras SMA Negeri III Borong dengan misi ikut mencerdaskan anak bangsa, bekerjasama dengan beberapa tokoh masyarakat dan pemerintah setempat, alhasil SMA Negeri III Borong mendapat bantuan untuk membangun gedung sekolah.

Gedung itu dibangun di atas tanah Lingko Gendang Jawang, beralamat di Golo Dopo, Kampung Jawang, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sejak saat itu, SMA Negeri III Borong memiliki gedung sekolah. waktu terus berlalu, berbagai kisah dialami. Kisah-kisah itu adalah kenyataan yang telah membawa SMA Negeri III Borong hingga memiliki gedung permanen berkapasitas empat ruangan.

Namun perkembangan dan masa depan SMA Negeri III Borong adalah mimpi yang terus diwujudkan.

Kala itu, kenyataan menunjukkan, gedung dengan kapasitas empat ruangan tidak memungkinkan untuk rombongan Belajar dan ruang guru atau kantor. Oleh kondisi tersebut, SMA Negeri III Borong mengambil langkah cepat dengan menyewa rumah masyarakat setempat untuk dijadikan sebagai kantor dan ruang guru.

Langkah ini semakin penting untuk mengatasi kekurangan ruang Belajar pada tahun pelajaran berikutnya. Karena ditahun selanjutnya dilakukan penerimaan siswa baru. Alhasil, pada tahun kedua terjadi penambahan siswa dan rombongan Belajar.

Kisah perjalanan SMA Negeri III Borong hingga tahun 2015 tidak terlepas dari peran Drs. Nanggut Stefanus sebagai kepala sekolah kala itu.

Pada tahun 2015, estafet kepemimpinan Drs. Nanggut Stefanus dilanjutkan (diganti) oleh Kamlius Cendol, S.Pd.

Pada masa kepemimpinan Kamlius Cendol, S.Pd., berbagai perubahan terus dilakukan setiap tahun. Mulai dari sistem pembelajaran hingga sarana prasarana sebagai penunjang kegiatan Belajar mengajar.

Lalu pada tahun 2019, masa kepimpinan Kamlius Cendol, S.Pd., berakhir dan diganti Konstantinus Everson Rada, S.Psi.

Kepala Sekolah Saat Ini

Saat artikel ini diturunkan, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri III Borong adalah Konstantinus Everson Rada, S.Psi.

Seturut regulasi, nahkoda disetiap sekolah ada yang datang dan ada yang pergi. Namun tetap mengemban amanah yang sama yakni mengembangkan dan meningkatkan mutu sekolah yang dipimpinnya sesuai standar yang berlaku melalui peranya sebagai manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan melakukan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.

Hal yang sama terjadi di SMA Negeri III Borong. Pasalnya sejak tahun 2011 hingga saat ini, perubahan dan pembenahan manajemen terus dilakukan, demi tercapainya sekolah yang bermutu dan menghasilkan peserta didik yang berkualitas.

Kepsek Sony: Hard Skills dan Soft Skills
Adalah Sama-sama Penting

Konstantinus Everson Rada, S.Psi., kepada letangmedia.com mengatakan, hard skills dan soft skills adalah sama-sama penting untuk mewujudkan pribadi yang memiliki ketrampilan, berkarakter dan pribadi yang andal dalam pola pikir.

Pernyataan Sony mengafirmasi salah satu “hasil penelitian di Harvard University, yang menyimpulkan bahwa 80% sumbangan terhadap kesuksesan sesorang dipengaruhi oleh soft skills, temuan ini didukung oleh hasil survey terkait dengan karakter (softskill) yang harus dimiliki dalam pencapaian kesuksesan karir sesorang yakni: 1) semangat pekerja keras (hard worker), 2) berkeyakinan diri tinggi (high self confidence), 3) visioner, 4) mampu bekerja sama (team worker), 5) pribadi yang matang, 6) berfikir analitis, 7) adaptif, 8) kuat menghadapi tekanan kerja, 9) kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris, dan 10) kemampuan mengelola tanggung jawab pekerjaan”<2>*

  • Bagikan
error: Content is protected !!
Kirim Pesan Sekarang
Trima kasih dan selamat datang di letang
Hallo...
Trima kasih dan selamat datang di letangmedianews.com.
Silahkan kirim pesan untuk pertanyaan iklan produk & perusahan,
penulisan profil prusahan, bisnis, serta kerja sama, dll
Salam dan hormat kami
Letangmedianews.com.