oleh

Tips Jitu dan Cepat Menyelesaikan Skripsi Sesuai Target: Jangan Takut Sebelum Memulai

Skripsi sebagai salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana (S-1). Skripsi indentik dengan menulis. Berbicara tentang menulis, kadangkala kita sering berpikir apa sih modal awal untuk menulis? Apalagi ditambah dengan embel-embelnya, yakni menulis skripsi, yang tuntutannya jelas, yakni berdasarkan pedoman penulisan yang berlaku.

Banyak orang yang tidak bisa membuat apa-apa, padahal belum memulai apa-apa. Bahkan, ada yang sampai putus asa.

Berjuang menyelesaikan tugas kuliah, belajar, pergi kuliah walaupun sedang sakit dan hujan, malam tidak tidur demi menyelesaikan tugas kuliah. Semua itu dilewati, senang dan susah silih berganti, hingga akhirnya berada di semester akhir.

Lalu, mengapa ada rasa takut, cemas, dan putus asa? Saya yakin, saya, Anda dan kita semua sebenarnya bisa. Namun, kita belum mempunyai keberanian saja untuk memulainya.

Tidak sedikit orang yang pusing tujuh keliling gara-gara “barang ini”, bahkan sampai pada titik putus asa yang paling tinggi, yaitu pasrah dan memilih berhenti.

Berhenti karena putus asa menulis skripsi, opsss. Janganlah! Ingat, Anda dan kita semua sudah melewati sekian banyak semester, menghabiskan banyak waktu dan money.

Lalu, mengapa saat sudah di garis akhir , kita memilih untuk mundur? Ingatlah, untuk sampai pada titik ini (semester VII/VIII) saja pasti Anda, saya dan kita semua berjuang, bukan? Kita tidak pernah berpikir bahwa ketika kita sampai pada titik menulis skripsi, sebenarnya kita hampir sampai pada titik final perjuangan menuju sarjana.

Lalu, mengapa pada saat hendak mencapai titik itu, kita malah takut dan lebih memilih untuk mundur karena putus asa?

Kali ini letangmedia.com hendak berbagi pengalaman atau boleh dikatakan sebagai tips sederhana menyelesaikan skripsi.

1.Jangan Takut untuk Memulai

Banyak orang mengatakan, “Saya sangat sulit memulai, mulainya dari mana, dan saya takut bila tulisan saya salah”.

Kalimat ini akan terus mengahantui setiap orang bila saja tidak segera mengambil keputusan dan mengatakan dengan tegas untuk diri sendiri, “Saya harus mulai dan saya pasti bisa, mengapa orang lain bisa dan saya tidak”.

Tindak lanjut dari keputusan ini adalah bergegas mencari sumber atau mengunjungi perpustakaan, atau berselancar di google mendalami jurnal penelitian yang relevan dengan judul yang ditulis. Tentu, sambil memperhatikan pedoman penulisan yang berlaku.

Saat Anda menemukan ide, “menulislah”. Meskipun Anda dalam keadaan malas. Kita melawan keadaan malas dan takut itu dengan berani memulai. Kalau pun kita tidak menemukan ide, cobalah ambil alat tulis, dengan sendirinya gagasan atau ide muncul sendiri. Dalam keadaan itu, kita menulis apa saja yang sedang kita pikirkan.

ILUSTRASI (Foto: harianhaluan.com)

Tidak ada orang lain yang dapat menolong kita untuk melawan rasa takut untuk memulai, selain diri kita sendiri. Tidak ada orang lain yang dapat membangunkan kita untuk mulai menulis, selain diri kita sendiri.

Semua orang bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu, termasuk Anda. Semua orang dikaruniai talenta masing-masing, termasuk Anda. Bedanya, keputusan untuk memulai dan ketekunan untuk menyelesaikannya. Anda memiliki kesempatan itu.

Kesempatan untuk mengentaskan rasa takut dengan keputusan yang tegas. Anda memiliki kesempatan untuk menekuni itu, asalkan berkomimen dan berani membuat target “saya harus selesai semester ini”.

Katakan ini berulang-ulang dalam hati, sebagai pengingat bila semangat mulai pudar. Mari, mulailah sekarang!

2. Menentukan Judul yang Tidak Menyulitkan Diri Sendiri

Tips berikut untuk cepat menyelesaikan skripsi adalah menentukan judul. Judul berkaitan dengan materi yang kita bahas dalam penulisan skripsi. Pada tahap ini, tidak sedikit orang yang pusing untuk memutuskan judul apa yang harus dipilih.

Sementara kenyataannya banyak masalah yang harus diteliti berdasarkan latar belakang ilmu (science background) Bahkan tidak sedikit juga yang meminta bantuan kepada orang lain tentang judul yang akan ditulis atau mengikuti judul yang direkomendasikan oleh teman.

Langkah ini memang baik, tidak salah. Namun, persoalannya, judul yang dipilih oleh orang lain sedikit menyulitkan penulis, karena tidak mengetahui gambaran mengapa judul itu penting untuk diangkat atau diteliti.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menulis berdasarkan judul yang direkomendasikan oleh teman atau siapa saja, sebaiknya bangun diskusi lebih intens dengan orang yang menawarkan judul tersebut kepada Anda, sambil mencari dan membaca artikel yang berkaitan dengan judul tersebut.

Tidak sedikit juga orang merumuskan judul yang ideal dalam takaran diri sendiri, hingga waktu berbulan-bulan, sementara pada kenyataannya, tidak ada judul yang ideal. Setiap judul yang dipilih mempunyai tingkat kerumitannya masing-masing.

Prinsipnya adalah lihat kenyataan, duduk dan membaca referensi, rumuskan judul, dan tentukan mana judul yang dipilih untuk diajukan, lalu kerjakan. Oleh karena itu, agar cepat menyesaikan skripsi disarankan untuk mengambil judul dari apa yang kita pahami dengan baik, bukan yang dipahami oleh orang lain. Sebab, yang mengerjakannya nanti bukan orang lain, tetapi diri kita sendiri.

Pahami bahwa skripsi itu membuat penelitian ilmiah sebagai salah satu persyaratan kelulusan sarjana, bukan perlombaan mencari judul paling susah dan lambat selesai.

Dalam kaitan dengan itu, disarankan beberapa langkah yang harus ditempuh dalam menentukan judul sebagai berikut.

  • Melihat kenyatan, lalu refleksikan kenyaatan itu berdasarkan ilmu yang ditekuni.
  • Membaca buku-buku yang relevan dengan persoalan yang telah kita lihat di lapangan, mencari penelitian yang relevan dengan persoalan tersebut.
  • Setelah membaca buku-buku tersebut, hubungkan dengan kenyataan yang telah kita lihat, lalu rumuskan beberapa draf judul.

Melalui cara ini, penulis tidak akan mengalami kesulitan dalam menentukan judul, bahkan tidak mengalami kesulitan saat judul tersebut diterima oleh Program Studi atau dosen pembimbing. Mengapa? Karena kalau salah satu judul tersebut diterima, kita tidak mengalami kesulitan buku-buku sumber.

Bayangkan saja, misalnya, kita menentukan judul tanpa membaca buku atau melihat penelitian sebelumnya, dan saat judul tersebut diterima, kita baru membaca buku-buku yang berkaitan dengan judul tersebut. Bersyukur kalau seadainya sumbernya ada, dan akan menyulitkan kita kalau bukunya tidak ada.

Idealnya, dalam menentukan judul yang dibutuhkan adalah kita sendiri, misalnya, dengan melihat kenyaataan dan merefleksikan kenyaatan tersebut dengan tetap mengacu pada buku-buku referensi yang relevan, dan kaitkan dengan beberapa penelitian sebelumnya untuk melihat sejauh mana persoalan tersebut penting untuk ditulis (gap masalah).

Dalam arti itu, gap masalah dapat ditelusuri melalui “hubungan antara apa yang telah terjadi, bagaimana keadaan saat ini, dan apa yang akan terjadi”.

3.Lebih Memahami Apa yang Ditulis

Penulis harus lebih paham dari orang lain tentang judul atau persoalan yang hendak diteliti. Sangat disayangkan, bila penulis sendiri bingung dengan persoalan yang hendak diteliti. Oleh karena itu, tips cepat menyelesaikan skripsi berikutnya adalah penulis harus lebih paham dengan judul atau tema skripsi yang hendak ditulis.

Disarankan, sebelum merumuskan dan melakukan konsultasi judul kepada dosen pembimbing sangat penting untuk membaca terlebih dahulu buku-buku yang berkaitan erat dengan persoalan yang diteliti dan melakukan kajian terhadap penelitian terdahulu.

Hal ini sangat membantu penulis untuk memiliki gambaran tentang ruang lingkup dan arah pembahasan dari persoalan yang diteliti. Manfaat lain dari cara ini adalah penulis memiliki rasa percaya diri tentang judul atau masalah yang sedang diteliti.

4.Bangkitkan Budaya Membaca untuk Lebih Memahami Bidang yang Diteliti

Dari langkah pertama dan kedua dengan sendirinya penulis memahami bidang yang diteliti. Sebaliknya, bila penulis saja tidak memahami masalah yang diteliti, maka orang lain juga akan jauh lebih sulit untuk memahami masalah yang sedang diteliti oleh penulis.

Persoalan lainnya adalah penulis mengalami kesulitan untuk menemukan pokok persoalan yang diteliti, mengalami kesulitan dalam membuat outline, sulit menjelaskan apa yang diteliti, dan tidak memahami ruang lingkup persoalan yang diteliti.

Mengatasi persoalan ini, tips cepat menyelesaikan skripsi berikutnya adalah penulis harus membangun sikap percaya diri dengan terus-menerus mencari, membaca dan menganalisis referensi dan artikel penelitian yang relevan dengan permasahan yang sedang ditulis.

Membaca dan menganalisis berbagai sumber bacaan yang relevan dengan judul penelitian adalah pedoman atau panduan yang membebaskan penulis dari kesulitan untuk menjelaskan pokok persoalan yang sedang ditulis. Sebaliknya, bila penulis tidak membaca terlebih dahulu terkait judul yang ditulis ibarat kapal tanpa kompas.

Ilustrasi (Sumber:idntimes.com)

Disarankan juga agar mengisi otak kita dengan membaca buku apa saja, memahami teori apa saja. Jangan pernah berpikir “Tidak ada gunanya saya membaca buku ini, atau tidak ada gunanya saya mendalami teori ini”

Memang, saat ini mungkin tidak penting, namun suatu saat dan pada kesempatan tertentu apa yang kita baca, atau teori yang pernah kita dalami pasti sangat bermanfaat.

5.Judul Sudah Diterima Membuat Time Schedule

Judul diterima dan buku sumber sudah ada adalah langkah awal yang baik. Langkah selanjutnya adalah membuat jadwal untuk diri sendiri. Pada tips cepat menyelesaikan skripsi berikutnya adalah penulis membuat time Schedule untuk memandu diri sendiri, “tentang kapan harus saya tulis-Kapan konsultasi dengan dosen pembimbing-kapan saya menyelesaikan Bab I dan seterusnya”

Jadwal ini akan menjadi kertas dan tulisan mati atau sekedar menghiasi dinding kos atau rumah tanpa bermanfaat bila tidak ditaati. Oleh karena itu konsisten dengan jadwal yang sudah dibuat adalah hal penting dan utama. Penting juga menanyakan soal waktu dan tempat konsultasi dengan dosen pembimbing.

Ilustrasi (rencanamu.id)

Hal ini penting, sebab dosen pembimbing adalah konsultan tulisan kita yang harus ditemui, bukan ditakuti. Jangan putus asa atau marah bila dosen pembimbing kita belum berkesempatan untuk melayani konsultasi, mungkin mereka lagi sibuk atau sedang menyelesaikan sesuatu. Ini bukan soal kita tida penting dan urusan lain lebih penting. Tetapi kita juga adalah bagian dari kepentingan itu.

6. Membuat Outline

Tips cepat menyelesiakan skripsi berikutnya adalah membuat Outline. Outline adalah kerangka atau rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari tulisan kita yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur sambil memerhatikan pedoman penulisan karya ilimiah yang dikeluarkan oleh masing-masing kampus.

Membuat outline itu penting, agar kita mempunyai gambaran dan pedoman atau petunjuk tentang hal-hal yang dibahas dalam sekripsi kita, sekaligus untuk memandu kita dalam mencari buku sumber.

Disarankan atau Jauh lebih baik, sebelum memulai menulis, outline tersebut dikonsultasikan dengan dosen pembimbing.

7. Konsultasi Pasti ada Revisi-Jangan Menunda

Daya ingat setiap orang pasti berbeda-beda. Mengatasi hal itu, pastikan menyiapkan buku tulis atau perekam suara saat berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk mencatat atau merekam hal-hal penting.

Bila ada yang direvisi, sesampai di rumah atau tempat tinggal, langsung diperbaiki, jangan ditunda. Setelah diperbaiki, baca lagi dan baca lagi, sambil mencari dan membaca referensi untuk memperkaya wawasan dan isi tulisan.

8. Lebih Baik Berusaha daripada Mengeluh

Mengeluh sah-sah saja, asalkan jangan selalu mengeluh setiap ada revisi atau persoalan. Selalu mengeluh, justru membuang-buang waktu atau justru menghambat daya pikir kita. Sebaliknya, segeralah berpikir untuk menyelesaikan misi itu, tulisan akhir. Ingatlah bahwa, tantangan dan kesulitan itu hanya dirasakan oleh mereka yang berjuang dan kuat.

Tidak ada skripsi yang diselesaikan dengan mengeluh, tetapi semua orang menyelesaikan dengan berjuang dan berkerja keras. Tidak ada skripsi yang melaju dengan kencang seperti laju mobil yang bebas hambatan, sebaliknya semua orang dengan judulnya masing-masing mempunyai tingkat kesulitan dan kerumitan masing-masing. Tentu ini bukan soal mudah, rumit atau sulitnya, tetapi sejauh mana kita berkomitmen untuk menyelesaikan tugas itu.

9. Daftar Pustaka: Menemukan Buku Sumber dari Buku Lain

Pastikan kita sudah memiliki beberapa buku sumber setelah melakukan tahap 2—3 yang telah dibahas sebelumnya. Tidak sedikit orang kesulitan menemukan buku sumber atau pergi ke perpustakaan dengan melihat semua judul buku dari ujung sampai ke ujung rak buku tersebut, atau berselancar di google dengan menerka-nerka judul artikel yang sesuai dengan tulisan.

Mengatasi hal tersebut tips jitu agar cepat menemukan buku sumber dapat dilakukan dengan cara ini, misalnya kita sudah memiliki beberapa buku sumber dan jurnal, lalu untuk memandu kita dalam mencari sumber lain atau memperbanyak sumber adalah dengan melihat judul buku atau jurnal yang digunakan oleh penulis buku tersebut atau judul artikel penelitian yang digunakan oleh peneliti. Judul buku dan judul artikel tersebut dapat kita lihat di daftar pustaka.

Sederhananya, “Saya sudah memimiliki buku dengan judul A dan jurnal dengan judul B sebagai sumber utama, maka untuk mencari sumber lain atau buku-buku dan jurnal lain, terlebih dahulu saya lihat buku-buku yang digunakan oleh penulis dalam menulis buku A, dan judul artikel penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam menulis artikel B di daftar pustaka, lalu saya mencari buku dan jurnal tersebut di perpustakaan atau di internet, begitu seterusnya”

10. Pandai Beradadaptasi dengan Karakter Dosen

Diakui bahwa sebagai mahasiswa tidak ada ruang untuk memilih sendiri dosen pembimbing. Sebab hal tersebut menjadi tanggung jawab program Studi atau fakultas. Tetapi ingatlah seperti apapun karakter dosen pembimbing kita, harus disyukuri. Semakin kita menysukuri hal itu, semakin meningkatkan afirmasi positif dalam diri kita.

Bila sudah mendapatkan dosen pembimbing belajarlah untuk mendekati dosen pembimbing, dan sampaikan keinginanmu terkait skripsi yang akan dibuat atau akan diselesaikan, dengan sopan dan jelas. Usahakan jangan tergesa-gesa. Menghindari penjelasan yang tergesa-gesa lakukan langkah-langkah sebelumnya yan telah dijelaskan pada awal tulisan ini.

Bahkan tidak salah bila kita bertanya dan menggali pengalaman dari mahasiswa yang aktif dan cenderung lebih cepat saat menyelesaikan skripsi. Bertanya dan menggali pengalaman mereka, bukan berarti kita tidak mampu atau mereka lebih hebat, sebaliknya untuk meminta bantuan kepada mereka cara yang tepat mendekati/beradaptasi dengan pembimbing, bahkan pada saat yang sama kita mendapatkan pengalaman lebih dari mereka.

11. Membuat Prioritas dan Kurangi Kegiatan Ekstra Kurikuler di Kampus

Tips cepat menyelesiakan skripsi berikutnya adalah penulis membuat prioritas dan kurangi kegiatan ekstra kurikuler di kampus. Tips ini penting sekali dalam menyelesaikan skripsi. Salah satunya adalah kurangkan waktu untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di kampus dan kegiatan lainya yang sangat menyita waktu.

Kegiatan pengembangan diri melalui berbagai kegiatan di kampus dan masyarakat itu sudah tidak waktunya lagi. Kesempatan itu sudah ada dan sudah dilewati pada semester-semester awal. Oleh karena itu, supaya tidak menyesal, selagi masih semester awal, terlibatlah secara aktif dalam berbagai kegiatan kampus dan kegiatan lainya di luar kampus. Karena prioritas kita saat semester VII dan VIII adalah skripsi.

Disarankan juga, agar pada semester ini, jangan dulu sibuk berpikir mencari kerja, atau cuti dulu dari tempat kerja, demi menyelesaikan skripsi. Banyak pekerjaan berakibat pada terganggunya kosentrasi menyelesaikan skripsi.

Kita memiliki waktu yang tidak terbatas untuk mencari kerja saat selesai kuliah. Setelah lulus kita pasti mencari kerja, dan setiap lamaran pasti membutuhkan ijasah. Oleh karena itu saat menulis skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan, prioritaskan itu.

12. Berdoa dan Kerja Keras

Hal yang tidak kalah penting, bahkan yang paling penting dari semua proses itu adalah berdoa dan bersyukur. Berdoa dan bersyukur bukan karena perkerjaan itu selalu ada tantangan atau berjalan mulus. Sebaliknya, selalu menyiapkan waktu untuk mempersembahkan kepada Yang Maha Kuasa, tentang semua yang kita alami.

Berdoa dan berkerja keras untuk menyelesaikan tugas itu adalah dua hal yang tidak dapat dilepaspisahkan. Dengan berdoa juga memberikan manfaat psikologis untuk lebih tenang menghadapi semua kendala kedepannya. “Tak ada yang mustahil Bagi Tuhan, Sebab selalu ada jalan asalkan kita membuka jalan melalui sembah dan sujud Kepada-Nya”

Bila sudah membaca tulisan ini dan Anda masih takut untuk memulai, bahkan mulai putus asa atau ingin pasrah, berikut adalah vitamin yang dapat membangkitkan semangat juang dan menumbuhkan keberanian.

1.Kita Adalah Harapan Orang Tua dan Kuliah itu Tidak Gratis

Kita adalah kebangaan dan harapan orang tua dan keluarga. Orang tua menaruh harapan, kelak kita menyelesaikan sarjana.

Sesulit apapun yang mereka hadapi dalam mencari uang kuliah dan biaya hidup kita, mereka tidak sedikitpun mengeluh. Bagi mereka, pendidikan kitalah yang penting. Ingat masa depan kita, dengan berkerja setiap hari, tidak beralas kaki, tidak bertopi di bawah teriknya menteri.

Tentu mereka bersedih bahkan menangis bila kita tidak mampu menjawab harapan itu. Tidak semua orang berkesempatan mengenyam pendidikan dan tidak semua orang tua mambiaya anak-anaknya dengan mudah, tidak sedikit juga orang tua berkerja keras dan membiarkan diri makan dan berpakian apa adanya demi menyisihkan rupiahnya untuk anak-anaknya yang sedang kuliah.

Mengingat ini semua, pasti di antara kita merasa bersalah bila sia-siakan kesempatan untuk mengeyam pendidikan, merasa bersalah bisa cepat pasrah dan putus asa.

2. Sering Berkumpul dan Saling Curhat dengan Sesama Mahasiswa Tingkat Akhir

Berkumpul dan saling curhat dengan taman-teman angkatan membuat kita untuk selalu memotivasikan diri agar cepat selesai. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa akhir, disarankan untuk lebih intens berkumpul dan mengerjakan skripsi masing-masing.

Pada saat itu, kita saling berbagi tips atau metode penulisan skripsi, mengatasi kekurangan sumber/literature, bahkan cara menghadapi dosen pembimbing. Jauh lebih baik juga, bila memiliki dosen pembimbing yang sama.

Ilustrasi (gamastatistika.com)

Hal positif lainnya adalah kita semakin termotivasi, bila ada diantara teman-teman kita yang sudah selesai proposal atau skripsi, pasti kita lebih semangat dan bertanya, kenapa dia selesai saya tidak.

***

Skripsi merupakan tahap akhir dan penting dalam proses perkuliahan untuk memperoleh gelar sarjana.

Ada begitu banyak cerita suka dan duka dalam menyelesaikannya, baik faktor intenal maupun eksternal. Tetapi yakinlah apapun tantanganya, kita lebih kuat dari berbagai persolan dan tantangan itu, sebab tidak ada hasil yang memuaskan tanpa kerja keras.

Pendidikan itu prosesnya memang pahit namun hasilnya pasti manis. Semoga ulasan tentang tips cepat menyelesiakan skripsi ini membantu Anda manakala menghadapi kendala dalam menyelesaikan skripsi.

Yakinlah Anda pasti menyelesaikannya. Sebab Anda mempunyai potensi yang luar biasa untuk meraih gelar serjana.

Seiring doa dan harapan, letangmedia.com mengucapkan selamat berjuang. Saya, Anda dan Kita semua harus bisa dan Pasti bisa.

Kata Mereka Tentang Tulisan Tips  Jitu Selesaikan Skripsi:

Godefridus Novendi Abdi, S.Pd.

Saya tertarik dengan judul tulisan ini yaitu “Tips Cepat atau Jitu  selesaikan Skripsi: Jangan Takut Sebelum Memulai”. Kalimat ini mengingatkan saya 2 tahun yang lalu pada saat saya menyelesaikan tugas akhir yaitu “Skripsi”. Begitu banyak tantangan yang saya hadapi mulai dari judul yang saya ajukan sampai pada tahap akhir yaitu ujian skripsi. Namun karena keberanian dan komitmen untuk menyesaikan skripsi, saya tidak pasrah apalagi putus asa.

Bagi saya kesuksesan dan kegagalan itu tergantung dari pada kerja keras kita. Kita sendirilah yang menentukan nasib kita kedepannya. Jadi tulisan ini sangatlah menginspirasi bagi mahasiswa tingkat akhir ketika memulai dan merancang skripsi. Intelligence is not the determinant of success, but hard work is the real determinant of your success (Kecerdasan bukan penentu kesuksesan, tetapi kerja keras merupakan penentu kesuksesanmu yang sebenarnya). (Godefridus Novendi Abdi/Alumni PGSD Unika Santu Paulus Ruteng/Saat ini bekerja sebagai Guru Di SDI Golo Ru’u Kecamatan Kuwus Kab. Manggarai Barat)

 

Dr. Abdul Madjir, M.KPd.

Mau menyelesaikan Skripsi atau tugas akhir tepat waktunya dan Anda memiliki Persoalan? Bacalah “Tips Cepat Menyelesiakan Skripsi” yang ditulisan oleh Feliks Hatam ini untuk membangkitkan motivasi Anda. Sebab hal penting dalam menulis, lebih khusus skripsi, Anda harus menguasi judul atau persoalan yang diangkat sambil memperhatikan Pedoman Penulisan Karya Ilimiah (PPKI) yang diterbitkan oleh masing-masing kampus terutama sistamtika penulisan, rumusan dan fokus masalah, pembahasan dan metode penulisan.

Ingatlah bahwa, Skripsi itu bukan hanya dilihat dari luarannya, tetapi prosesnya. Membangun komunikasi yang sopan dan intens dengan dosen pembimbing skripsi juga adalah hal yang tidak kalah penting. Hal yang menjadi kunci kesuksesan menyelesakan skripsi tepat waktu adalah KTP (Konsisten, Terpercaya/Tertip dan Pemanfaatan dari tulisan Anda) (Dr. Abdul Madjir, M.KPd, Dosen PGSD Unika Santu Paulus Ruteng)

 

Gabriela Purnama Ningsi, M.Pd.

Terima kasih sudah berbagi tentang tips cepat menyesaikan skripsi sesuai Target. Bagi saya tulisan ini sangat bermanfaat, apalagi kalau dibaca oleh adik-adik yang sedang atau akan memulai menulis skripsi/tugas akhir. Terdapat beberapa point penting dalam tulisan ini yang sudah saya terapkan dalam menulis tugas akhir sebelumnya. Yang pertama: Jangan Takut untuk Memulai. Tak perlu takut untuk memulai, karena tidak akan ada akhir jika belum dimulai. Kita harus percaya bahwa meskipun menemukan masalah dalam prosesnya, kita pasti dapat menyelesaikannya.

Masalah yang datang selalu mempunyai solusi. Percayalah pada talenta yang kita miliki. Kita adalah orang-orang pilihan yang sudah ditempa dari semester 1-VI/VII agar bisa menahan “derita” ketika tugas akhir dimulai.

Kedua: Menentukan Judul yang Tidak menyulitkan Diri Sendiri. Menurut saya, ini sangat penting karena judul yang kita pahami dan sesuai dengan realita dalam ruang lingkup judul tersebut akan memberikan kemudahan bagi kita untuk menemukan sumber-sumber yang relevan, ide penyelesaian masalah yang cemerlang, dan tentunya ketika kita paham maka dengan mudah juga kita pertanggungjawabkan ketika proses bimbingan sampai pada ujian skripsi.

Ketiga: Pandai Beradadaptasi dengan Karakter Dosen. Ingat, dosen adalah orang yang akan membimbing kita. Jagalah komunikasi dan sopan santun yang baik dengan mereka. Kita boleh berdiskusi apa saja tentang topik skripsi kita, boleh meminta waktu diluar jadwal bimbingan untuk berdiskusi, tapi kita juga harus menyadari bahwa tugas dosen bukan hanya membimbing kita.

Jadi ketika mereka sudah memberikan arahan, maka kerjalah sesuai arahan tersebut. Jangan lupa juga buat pengingat di handphone atau catatan kecil untuk menulis semua arahan dari dosen ketika bimbingan. (Gabriela Purnama Ningsi, M.Pd, Dosen Pendidikan Matematika di Unika Santu Paulus Ruteng)

 

Cici Ndiwa, S.Pd.

Tulisan ini sangat menarik bagi saya, kata menarik yang saya pakai ini bukan saja berarti saya senang saat membaca namun yang pasti, tulisan ini penuh pelajaran. Walau saya telah menyelesaikan skripsi beberapa tahun yang lalu namun dengan membaca tulisan ini saya menemukan bahwa ada hal yang saat menulis skripsi tidak saya lakukan namun ada dalam beberapa poin dalam tulisan ini.

Menulis tema (tulisan ini) berdasarkan pengalaman memang susah-susah gampang, kita kembali mengingat bagaimana kita saat menyelesaikan skripsi dan dari pengalaman itu kita coba menulis itu dengan runut dan jadilah tulisan seperti ini. Saya yakin bahwa tulisan ini sangat membantu para pejuang skripsi dan juga mahasiswa/mahasiswi yang lain bahwa skripsi harus dimulai dan diselesaikan sampai akhir.

Mengingat lagi pengalaman saya saat menyelesaikan skripsi maka saya ingin mencoba menambahkan beberapa bagian. (1) Berusaha meyakinkan diri dan orang tua untuk kuliah, ke kampus dan mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas yang dikasih oleh dosen, bertemu teman kuliah dan mendiskusikan materi kuliah dan isu-isu yang lain dan mungkin saja kelelahan dengan tugas kuliah yang sangat banyak dari dosen namun itu dilewati sampai akhir. Namun, di saat kita melihat ada nama kita dalam deretan nama-nama yang judul skripsinya diterima oleh program studi kenapa kita perlahan mundur dan tidak percaya diri?

Banyak mahasiswa/I tingkat akhir yang ketika memasuki masa penulisan skripsi seringkali mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa “Saya tidak tahu bagaimana memulai kalimat pertama dalam bagian pendahuluan ini, saya takut salah dan dimarahi oleh dosen saat dia membaca tulisan ini” Kalimat ini akan terus menghantui si mahasiswa/I, malah akan lebih membuat rasa takutnya bertambah, tidak percaya diri dan pesimis akan menyelesaikan tulisan ini sampai akhir.

Dari pada terus-terusan mengeluh, maka sebaiknya yang dilakukan adalah bergegas mencari buku sumber di perpustakaan, mendalami jurnal atau mencari referensi peneltian yang relevan dengan judul yang ditulis di internet. Karena waktu penulisan skripsi tidak berhenti saat kita mengeluh tidak bisa atau kebingungan saat memulai. Jadwal bimbingan dan jadwal ujian proposal skripsi tidak akan dimundurkan sembari menunggu kita mengeluh. (Cici Ndiwa, Alumni Program Studi Pendidikan Teologi UNIKA St. Paulus Ruteng dan saat ini bekeja di STIE Karya Ruteng)

 

Antonius Nesi, M.Pd.

Saya telah membaca tulisan Feliks Hattam ini dan mengenang kembali beberapa tahun silam saat mengerjakan skripsi. Saat pertama mengajukan judul, Dosen Pembimbing 1, bertanya, “Anda berminat dengan topik ini? Sejauh mana Anda telah menelusuri hal-hal terkait dengan topik ini?” Dua pertanyaan beliau itu membawa saya pada satu simpulan bahwa “topik skripsi harus diminati, di luar yang tidak diminati tentu tetap penting- dan setidaknya harus pernah dipelajari dan/atau didalami”. Feliks telah mengatakan itu pada tips yang kedua pada lembar tulisannya ini.

Selanjutnya, semua tips yang dikemukakan Feliks Hatam, selain tentu didasarkan pada pengalaman sebagai seorang yang telah berhasil menyelesaikan skripsi– merupakan kiat ampuh bagi seorang mahasiswa yang akan memulai dan/atau sedang menyelesaikan skripsi.

Pada saatnya, skripsi adalah milik pribadi, bukan milik orang lain, sebuah karya yang lahir dari suatu pergumulan ilmiah, yang kelak menjadi kebanggaan ketika hidup di masyarakat.* (Antonius Nesi, Dosen Prodi PBSI, Unika St. Paulus Ruteng).

***

Catatan: Tips cepat Menyesaikan Skripsi yang penulis uraikan dalam tulisan ini berdasarkan sharing dengan teman-teman yang sedang dan sudah menyelesaikan skripsi. Penulis sering menyampaikan sebagian besar dari tulisan ini kepada teman-teman yang sedang dan sudah menulis skripsi dalam kesempatan ngopi bareng.

BACA JUGA:

  1. Tanah Pijakku Dijual: Antara Nasib-Ceritera Luka dan Duka Dikakiku Setelah Pergantian Tahun || Kumpulan Puisi Sampurna Boff
  2. Teruntuk Pejuang Skripsi: Dari Sakit Hingga Menulis Bila Laut Sepi || Kumpulan Puisi Cici Ndiwa
  3. Merayu Tuhan: Antara Aku-Malam dan Sepih || Kumpulan Puisi Hams Hama

Penulis: Feliks Hatam

Baca Juga:  Ini Desakan Sekjen FPM Makassar Kepada Pemimpin Baru Manggarai

Komentar