Wujudkan Ketahanan Ekonomi, Masyarakat Desa Kereana Bentuk Kelompok Tenun Ikat

Wujudkan Ketahanan Ekonomi, Masyarakat Desa Kereana Bentuk Kelompok Tenun Ikat
ISTIMEWA ((Johand/Letangmedia.com)

MALAKA|LETANGMEDIA.com-Pandemi Covid-19 berdampak pada bebargai bidang kehidupan manusia, salah satunya bidang ekonomi. Oleh kenyataan itu, masyarakat Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka-NTT membentuk kelompok kerja tenun ikat, dengan harapan dapat menunjang ekonomi selama Pandemi Covid-19.

“Baru 2 Minggu kami membentuk kelompok tenun ikat ini dengan jumlah anggota kelompok 20 orang yang terdiri dari kaum ibu-ibu. Kami berharap, semoga melalui kelompok ini dapat menunjang kebutuhan kami sehari-hari,” ungkap Kornelia Luruk selaku ketua kelompok tenun ikat tersebut, Jumat (27/08/2021).

Kornelia menambahkan, bahwa meski baru terbentuk, namun pihaknya sudah menghasilkan 10 kain tenun ikat  yang siap untuk dijual.

Meski kekurangan sarana dan prasarana, Kornelia dan anggota kelompok optimis untuk terus mengembangkan usaha tenun ini serta berkomitmen mengharumkan nama Kabupaten Malaka hingga ke dunia internasional melalui hasil tenun.

Senada dengan Kornelia, Magdalena serta anggota kelompok lainya mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk menambah peralatan dan tempat tenun yang memadai.

“Semoga dari pihak pemerintah dapat membantu kami dengan menyediakan gedung dan benang serta peralatan lainya. Wadah dan fasiltas tersebut untuk memperkuat dan meningkatkan hasil karya kelompok kami setiap hari,” ungkap Mangdalena penuh harap.

Magdalena menambahkan, saat ini pihaknya melaksanakan tenun di rumah masing-masing, dan sering kali di bawah pohon sambil berdiskusi tentang motif, karya tenun dan pengembangan kelompok tenun tersebut.

Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Desa Kereana, Paulus Nana, S. Si., saat dihubungi media ini manyampaikan apresiasi untuk inisiatif masyarakatnya untuk membentuk kelompok usaha tenun ikat.

Paulus mengakui, pihaknya baru mengetahui usaha yang sedang digagaskan oleh masyarakat setempat.

“Kita perlu beri apresiasi untuk inisiatif anggota kelompok tersebut. Itu inisiatif yang bagus,” terang Paulus kepada Letangmedia.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/08/2021).

Lebih lanjut Paulus mengaharapkan agar kelompok tersebut terus berkarya walaupun masih banyak kekurangan fasilitas. Kedepannya kata Paulus, pihaknya siap mengalokasikan dana dari APBDES untuk memperluas jaringan kelompok tersebut, bila mana kelompok tersebut secara konsisten untuk terus berkarya dan berdampak pada peningkatakan ekonomi.

“Saya juga belum terlalu tahu tentang kelompok itu, karena saya baru saja dilantik menjadi penjabat sementara. Jika dalam perjalanan waktu anggota kelompok terus berkomitmen untuk menjalankan usahnya demi meningkatkan ekonomi mereka masing-masing khususnya dan masyarakat umumnya, maka kita alokasikan dana dari APBDES untuk ditingkatkan lagi,” tutupnya. (Johand)

Baca Juga:
Cerpen, Covid-19 Memang Kejam || Oleh: Mauritsia Yosintia
Cerpen, Covid-19 Memang Kejam

CERPEN| Di sebuah desa, hiduplah seorang janda berusia 45 tahun. Ia memiliki anak kembar laki-laki bernama Juan dan Juna. Keduanya Read more

Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Manggarai Menggelar Aksi Penegakan Protokol Kesehatan

Ruteng, Letangmedia.com- Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai gelar aksi penegakan protokol kesehatan terhadap masyarakat Kabupaten Manggarai yang tidak sedang mengikuti Read more

Potensi Wisata Manggarai dan Komitmen BPOLBF

Laporan | Iren Antus Letangmedia.com MANGGARAI|Letangmedia.com-Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten dalam Read more

Asosiasi Desa Wisata Mabar Terbentuk, Ini Jajaran Pengurusnya

Laporan | Riki Joman Letangmedia.com MABAR|Letangmedia.com–Kini seluruh Desa Wisata di Kabupaten (Kab) Manggarai Barat (Mabar) resmi disatukan dalam Asosiasi Desa Read more

Bupati Agas Andreas, Desa Sebagai Pusat Pergerakan Ekonomi Masyarakat

Laporan | Iren Antus Letangmedia.com MATIM|Letangmedia.com-Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, mengatakan, visi Kabupaten Matim adalah sejahtera, berdaya dan berbudaya. Read more

Menyoal Fungsi Otoritatif BPOLBF || Oleh: Sil Joni

KOMUNITAS Komodo Lawyer Club (KLC) mengadakan diskusi mingguan di Kantor mereka, Jalan Lamber Kape Labuan Bajo, Sabtu (24/4/2012). Tema diskusinya Read more

Baca Juga:  Kades Terpilih, Eduardus Harbu: Terimakasih Kepada Masyarakat Desa Golo
error: Content is protected !!